Prasarana Jalan , Sebanyak 24 Proyek Diamandemen
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menargetkan pembangunan jalan tol trans Jawa sepanjang Cikampek hingga Surabaya terealisasi paling lambat 2014. Proyek jalan tol yang akan diwujudkan tersebut, terbagi dalam sembilan paket proyek dengan panjang jalan tol mencapai 617,09 kilometer. “Kami komitmen pemerintah yang memiliki target pembangunan jalan tol Trans Jawa antara Cikampek hingga Surabaya terealisasi paling lambat 2014 mendatang,” tegas Ahmad Gani Ghazali, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) PU di Jakarta, kemarin.
Untuk itu lanjut Gani Ghazali, pemerintah telah menyelesaikan evaluasi proyek jalan tol yang mengalami keterlambatan karena persoalan bisnis dan konstruksi. Evaluasi ini sebagai amanat dari Pepres Nomor 13 tahun 2010 serta Permen 6 tahun 2010. Selama ini proyek tol yang telah berjalan tersebut perlu ada kejelasan baik rencana bisnis maupun konstruksinya. “Prinsipnya pihak investor swasta dibutuhkan untuk menambah infrastruktur jalan dengan cara menalangi terlebih dahulu pembangunan jalan tol,” katanya.
Guna mengerjakan proyek tol, Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) diperkenankan menggunakan dana sekitar 70 persen dana dari bank sedangkan 30 persen dari pemenuhan dana dari investor jalan tol. Karena itu, BUJT harus menunjukkan kemampuannya dalam pemenuhan modal. “Investor harus menyetor modal agar terpenuhi equitasnya. Apabila tidak sanggup dapat dialihkan dan dituangkan dalam revisi perjanjian,” tutur Gani.
Waskita Pandu, Kepala Pusat Komunikasi (Kapuskom) PU menambahkan, sejumlah persoalan yang dianggap sebagai kendala disebabkan karena berlarut-larutnya penyediaan lahan. Anggap saja persoalan komponen konstruksi yang meningkat. Sejak penandatanganan PPJT tahun 2007 sampai 2011 terjadi infl asi sehingga harus disesuaikan dalam rencana bisnis. “Pemerintah dapat menyesuaikan dengan besaran tarif dan menambah panjang konsesi.
Selain itu, memang proyek tol tersebut perlu dukungan pemerintah,” katanya. Sementara, dalam evaluasi yang dilakukan selama enam bulan ini, menurut Gani, sebanyak 24 pemilik proyek tol masih sanggup meneruskan proyek dengan menyetor ekuitas. Hasil kesepakatan dengan para investor tersebut sudah dilaporkan ke menteri dan nantinya akan segera diikat dengan PPJT perubahan paling lambat April mendatang. Kementerian PU telah menuntaskan evaluasi proyek jalan tol yang dinilai mengalami kendala penyelesaian.
Sesuai hasil evaluasi tersebut, sebanyak 24 proyek tol akan dilanjutkan. Keseluruhan investasi proyek tol senilai 111,748 triliun rupiah ini, akan dilakukan mulai 2011 mendatang.
Evaluasi Proyek
Sebanyak 24 proyek tol yang masuk kategori terhambat penyelesaiannya terdiri dari 9 proyek tol lintas utama Trans Jawa, 6 ruas tol JORR-2 ditambah 9 ruas tol lainnya. Sedangkan total panjang ruas 24 tol mencapai 949,35 km dengan perkiraan investasi sebesar 111,748 triliun rupiah.
Gani mengatakan, sesuai hasil evaluasi yang dilakukan sejak Juli 2010 hingga kemarin, ternyata semua investor mampu baik dari sisi kelayakan proyek maupun kemampuan keuangannya. Oleh karena itu, tindak lanjut hasil evaluasi ini akan diikuti oleh amandemen terhadap Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT).
Menurut Gani Ghazali, amandemen tersebut antara lain meliputi, restrukturisasi pemegang saham, jadwal pengusahaan jalan tol mulai dari pengadaan tanah, konstruksi hingga operasi, pemenuhan kewajiban dari sisi keuangan dan ketentuan apabila BUJT cedera janji terhadap kewajiban sesuai PPJT. “Sejak amandemen PPJT baru ditandatangani, maka argo-nya sudah jalan. Jika ternyata cedera janji, maka PPJT-nya akan diputus,” tukasnya.
suh/E-8
Tidak ada komentar:
Posting Komentar