Senin, 27 Desember 2010

Suplai Minyak Mentah Cukup

KAIRO(SINDO) – Negara-negara pengekspor minyak menilai suplai minyak dunia saat ini masih mencukupi. Belum ada indikasi dari Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) untuk menambah output-nya.

Tren kenaikan harga minyak mulai menimbulkan kecemasan pada negara-negara konsumen.Mereka khawatir, jika harga minyak kembali melonjak, itu akan memicu inflasi dan mengganggu pertumbuhan ekonomi masing-masing, serta berdampak negatif pada perekonomian global yang masih dalam tahap pemulihan. Namun, pertemuan negaranegara Arab anggota OPEC dan non-OPEC di Kairo, Mesir, akhir pekan lalu menyimpulkan belum ada alasan untuk menambah suplai minyak. Mereka menilai, saat ini stok minyak masih dalam keadaan baik dan perkembangan harga pun bersifat temporer dipicu anomali cuaca dingin di Eropa. Selain itu, perekonomian dunia pun dinilai masih dapat menerima harga minyak di level USD100/barel.

“Iya, (perekonomian) dunia masih bisa menerima tingkat harga tersebut,” ungkap Menteri Perminyakan Kuwait Sheikh Ahmad al- Abdullah al-Sabah,menjawab pertanyaan apakah dunia dapat bertahan dengan harga minyak USD100/barel. Menteri Perminyakan Irak dan Kepala Perusahaan Minyak Negara Libya menambahkan, USD100/barel adalah tingkat harga yang adil. Sementara itu, Menteri Qatar Abdullah al-Attiyah mengatakan, dirinya tidak mengekspektasikan ada kenaikan produksi oleh OPEC di 2011.Sejumlah delegasi dalam pertemuan tersebut bahkan meminta negara-negara OPEC lainnya lebih taat terhadap kuota produksi yang ditetapkan sebelumnya. Beberapa negara disinyalir memproduksi minyak di atas kuota yang diperolehnya.

Berdasarkan perkiraan Reuters, ketaatan negara-negara OPEC dalam memenuhi kuota pada November lalu hanya mencapai 56%. “Tidak perlu tambahan produksi. Yang penting justru ketaatan (memenuhi kuota),” ungkap Menteri Perminyakan Kuwait Sheikh Ahmad. Harga minyak dunia beberapa waktu ini telah naik lebih dari 30% dibandingkan harga terendah terakhirnya. Harga minyak yang menjadi benchmark pasar Eropa, ICE Brent, untuk pengiriman Februari terakhir ditutup di level USD93,46/barel, setelah sempat menyentuh harga USD94,74/barel yang merupakan rekor harga tertinggi sejak Oktober 2008.

Harga minyak mulai beranjak naik setelah OPEC memangkas produksinya secara drastis pascakrisis finansial global di 2008 yang menghancurkan harga minyak dunia. Seiring waktu,permintaan minyak dunia merangkak naik pada 2010 dan diperkirakan terus berlanjut hingga 2011. Saat ini pasar terus menanti gerakan OPEC terkait perkembangan harga.

Tender Minyak Online Pertamina

PT Pertamina (Persero) mulai menerapkan sistem pengadaan minyak secara online dengan metode Platts Window. Melalui metode ini, Pertamina bisa melakukan penawaran dan sekaligus dapat memengaruhi pembentukan harga minyak.

Juru bicara Pertamina Mochammad Harun mengatakan, meskipun terjadi interaksi penawaran dan permintaan,dengan metode ini,Pertamina tidak wajib melakukan kesepakatan jual beli apabila harga dianggap masih kurang kompetitif. “Dengan demikian akan terjadi koreksi harga, dan penawaran selanjutnya akan bisa dilakukan pada hari berikutnya pada waktu yang sama,” ujar Harun dalam keterangan tertulisnya kemarin. Dia mengatakan, untuk tender minyak mentah, Pertamina telah memulainya sejak 20 Desember 2010.

Sementara untuk tender produk,Pertamina telah memulai sistem baru itu sejak April 2010 dengan perolehan lebih dari 15 kargo berkapasitas 50.000-200.000 barel dengan harga yang sangat kompetitif. (Rtr/cahyo kurnia perdana) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar