Jakarta--Dalam sepekan terakhir, Bank Indonesia (BI) melaporkan penurunan perolehan dana pihak ketiga (DPK) industri perbankan sebesar Rp1,94 triliun, sehingga total perolehan DPK perbankan sepanjang 2010 menjadi Rp2.217,27 triliun.
"Ini karena terjadi penurunan DPK valas sebesar Rp9,32 triliun. Walaupun DPK rupiah tetap mengalami pertumbuhan sebesar Rp7,38 triliun," jelas Kepala Biro Hubungan Masyarakat BI, Difi A. Johansyah, dalam laporan Operasi Pasar Terbuka (OPT) mingguan yang diterima Infobanknews.com, di Jakarta, Rabu, 22 Desember 2010.
Dengan perkembangan tersebut, maka sepanjang 2010, DPK meningkat Rp246,82 triliun atau tumbuh sebesar 12,53%, sedangkan selama setahun terakhir bertambah Rp312,52 triliun atau tumbuh sebesar 16,41%.
Kenaikan DPK rupiah terjadi pada tiga kelompok bank baik Swasta, Persero dan Kantor Cabang Bank Asing (KCBA) dimana pertumbuhan tertinggi disumbangkan bank Persero sebesar Rp5,84 triliun.
Sedangkan kelompok bank Campuran dan Bank Pembangunan Daerah (BPD) mengalami penurunan masing-masing sebesar Rp3,98 triliun dan Rp0,67 triliun.
"Disisi valas, perolehan DPK hanya naik pada kelompok KCBA sebesar Rp0,67 triliun, sedangkan kelompok bank Persero mengalami penurunan terbesar mencapai Rp7,72 triliun. Penurunan DPK selama satu pekan terakhir disebabkan turunnya deposito dan giro masing-masing sebesar Rp5,78 triliun dan Rp1,63 triliun," ungkap Difi.
Penurunan pada dua komponen tersebut terutama terjadi pada instrumen valas pada deposito sebesar Rp2,99 triliun dan giro yang mencapai Rp6,07 triliun. Sementara tabungan naik sebesar Rp5,47 triliun. (*)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar