SINGAPURA. Mata uang ringgit dan dolar Singapura memimpin penguatan mata uang asia minggu ini. Penguatan beberapa mata uang Asia ini mengiringi optmisme pemulihan ekonomi global setelah data keuangan AS pada kuartal ketiga ini melebihi perkiraan para analis.
Departemen Perdagangan AS mengumumkan pada 22 Desember 2010 bahwa peningkatan perekonomian AS naik 2,6% per tahun. Pencapaian ini melebihi perkiraan analis sebesar 2,5%. Selain itu, peningkatan produk domestik bruto India sebesar 8,5% tahun ini yang merupakan yang tertinggi sejak 2008 silam membuat optmisme global kian tinggi.
"Investor sedang memposisikan dirinya untuk tahun depan. Sebagian besar orang menganggap tahun depan mata uang Asia akan bagus," ujar Mirza Baig, ahli mata uang Singapura di Deutche Bank AG.
Menurut data Bloomberg, Index Dollar Bloomberg-JP Morgan Asia naik 0,5% minggu ini dan mencapai angka tertingginya sejak 3 Desember 2010 di angka 115,14 di Hongkong. Ringgit Malaysia menanjak 1,2% menjadi 3,09 per dollar AS dan Dollar Singapura terkerek 0,8% menjadi Sing$ 1,30 per dollar AS. Sementara mata uang Rupee meningkat 0,5% menjdi 45,11 per dollar AS.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar