Kamis, 23 Desember 2010

Garuda Tunggu Bapepam-LK

JAKARTA(SINDO)—PT Garuda Indonesia menegaskan rencana penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) akan dilaksanakan pada Februari 2011 Saat ini perseroan menunggu tanggapan dokumen IPO dari Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK). “Sesuai rencana sebelumnya, IPO akan dilakukan pada minggu kedua atau ketiga Februari 2011,” ujar Direktur Keuangan PT Garuda Elisa Lumbantoruan di Jakarta kemarin. Kendati demikian, dia menjelaskan, realisasi rencana itu tergantung izin dari Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Bapepam-LK.

Kemarin, perseroan telah melaporkan proses menuju IPO kepada pemegang saham perusahaan pelat merah tersebut. Menurut dia,proses menuju IPO selama ini berjalan baik. Elisa memperkirakan, pekan ini tanggapan mengenai dokumen izin IPO tersebut akan keluar dari Bapepam-LK. Setelah itu, Garuda akan melakukan registrasi tahap kedua ke Bapepam-LK dan selanjutnya pernyataan efektif dari Bapepam-LK bisa diperoleh perseroan untuk melaksanakan penawaran saham perdana. Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar menegaskan, rencana go public masih sesuai dengan jadwal.Bahkan,rampungnya restrukturisasi utang Garuda juga memberi imbas positif terhadap proses IPO perusahaan penerbangan pelat merah tersebut.“Mengenai target juga masih sama, tidak ada perubahan,”tandas dia.

Sebelumnya Garuda berhasil merampungkan restrukturisasi utangnya kepada seluruh kreditur, termasuk dengan European Export Credit Agency (ECA) senilai USD277 juta pada Jumat (17/12) di London,Inggris.Garuda pada 2005 lalu masih memiliki utang sebesar USD868 juta.Namun, nilai itu berhasil disusutkan secara signifikan menjadi USD464 juta pada November 2010. Penyusutan nilai utang itu berhasil dilakukan perseroan melalui pembayaran yang dilakukan secara mencicil,pembelian kembali utang (debt buy back),dan proses konversi (equity conversion).

Adapun sisa utang terakhir dari USD464 juta, yakni sebesar USD277 juta, sudah direstrukturisasi mundur menjadi 2016. Utang sebesar itu sebelumnya dialokasikan perseroan untuk membeli enam unit pesawat Airbus 330-300 pada 1996. Sementara itu, perseroan sempat menargetkan dana IPO sebesar USD300 juta dari pelepasan sekitar 30% saham. Dana hasil IPO akan digunakan perseroan untuk menambah belanja modal (capital expenditure/ capex) guna mendatangkan 24 unit pesawat, pengembangan teknologi informasi,dan perluasan rute baru. Garuda juga menggelar roadshow ke sejumlah negara di dunia, seperti di Asia, Eropa, maupun Amerika. Garuda Indonesia sudah menunjuk City Grup dan UBS sebagai agen penjual (selling agent) IPO Garuda. (jerna)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar