MANILA(SINDO) — Presiden Filipina Benigno Aquino kemarin menandatangani undang-undang berisi anggaran tahun 2011 senilai 1.645 triliun peso (USD37,3 miliar). Anggaran ini dirancang untuk memerangi kemiskinan dan memacu pembangunan.
Anggaran tahun 2011 itu 6,8% lebih tinggi dari tahun lalu dengan fokus pada program sosial, termasuk program kontroversial yang mengalokasikan 21 miliar peso bagi keluarga miskin. “Anggaran ini menunjukkan komitmen kami memecahkan masalah negara dalam kurun waktu yang cepat.Ini akan meredakan beban, terutama yang paling dirugikan,” kata Aquino di Manila kemarin. Menteri Anggaran Filipina Florencio Abad mengatakan, dari total anggaran yang disahkan itu, 34,1% di antaranya diperuntukkan bagi pelayanan sosial.
Pemerintah mengklaim, besarnya dana sosial menunjukkan pentingnya membantu warga tidak mampu di negeri yang 33% dari populasi 94 juta penduduknya miskin itu. “Anggaran reformasi 2011 menempatkan penduduk miskin di tempat terdepan.Anggaran ini menempatkan peso ke pemerintahan Aquino yang tak tahu malu pada warga miskin,”katanya. Abad juga menekankan bahwa anggaran itu berisi ketentuan-ketentuan khusus guna memastikan bahwa penggunaannya akan sangat transparan sejalan dengan janji Aquino untuk memerangi korupsi di semua level.
“Ini ketentuan umum dan khusus yang mengharuskan kita untuk mengungkapkan informasi penting dalam alokasi anggaran dan rilis menggunakan teknologi informasi baru,”katanya. Namun, Abad tidak mengatakan seberapa besar defisit program di bawah skema anggaran tahun depan. Ini adalah anggaran pertama yang ditandatangani Aquino setelah dia memenangi pemilihan pada Mei lalu dan berkampanye antikorupsi.
Sebelumnya, Aquino telah berulang kali menyerang perilaku korupsi dari pendahulunya,Gloria Arroyo, dan berjanji tidak akan mengikuti jejak seniornya itu. Aquino sendiri berterima kasih kepada anggota parlemen karena menyetujui kebijakan “transfer tunai bersyarat” di mana uang diberikan kepada keluarga miskin tertentu.Namun, kebijakan tersebut tidak lepas dari kritikan yang menyebutkan bahwa anggaran 2011 merupakan pemborosan dan hanya akan menumbuhkan ketergantungan negara.
Sebelumnya, Dana Moneter Internasional (IMF) meningkatkan prospek ekonomi Filipina tahun ini menjadi 6%, naik dari perkiraan pada revisi sebelumnya yaitu 3,6%. Perkiraan pertumbuhan ekonomi tersebut lebih tinggi dari target pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) sebelumnya yaitu sebesar 5%). Sebagai perbandingan,perekonomian wilayah ASEAN tahun ini diprediksi tumbuh sebesar 6,4%, naik dari sebelumnya 5,5% untuk tahun ini. (AFP/rini harumi w)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar