Jakarta--Pusat Penelitian Ekonomi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2E-LIPI) memprediksi, ekonomi Indonesia pada 2011 akan mengalami peningkatan lebih tinggi jika dibandingkan tahun ini.
"Untuk tahun 2011, kami prediksi bahwa pertumbuhan ekonomi akan lebih tinggi dibandingkan dengan tahun 2010,” ujar Kepala P2E-LIPI Darwin Syamsulbahri, di Jakarta, Rabu, 22 Desember 2010.
Darwin menjelaskan, perekonomian 2011 akan dibarengi dengan ketidakstabilan besaran moneter, seperti inflasi tinggi.
"Ada kemungkinan BI akan menetapkan BI rate lebih tinggi dari 6,5%," ujarnya.
Ia menambahkan, tekanan inflasi akan memaksa BI menaikan BI rate dan ini akan berdampak kontraproduktif pada perkembangan sektor riil.
"Kenaikan BI rate akan merangsang masuknya hot money ke dalam perekonomian nasional, akibatnya tekanan apresiasi nilai rupiah akan sulit dihindari yang pada gilirannya akan membuat daya saing produk ekspor Indonesia menurun," jelasnya.
Peneliti LIPI Agus Nugroho Eko pun menambahkan, selama kurun 2010 beberapa indikator makro Indonesia menunjukan perkembangan yang tidak mengecewakan. Kecuali inflasi yang bergerak agak liar, beberapa indikator makro lainnya seperti suku bunga, kurs nilai tukar rupiah dan IHSG menunjukkan perkembangan yang cukup menggembirakan.
"Pada kurun yang sama terlihat bahwa investasi serta ekspor mengalami peningkatan yang cukup menjanjikan,” imbuh Agus.
Dia mengatakan, dinamika ini membuat pemerintah optimis bahwa pertumbuhan ekonomi yang ditetapkan setinggi 5,8% akan tercapai.
Sedangkan kaitannya dengan kemiskinan, Agus menegaskan bahwa ternyata tidak terdapat korelasi kuat antara pertumbuhan ekonomi dengan jumlah penduduk miskin.
"Penduduk miskin menurun selama 2010, penyebab utamanya karena adanya upaya pemerintah melalui PNPM, walaupun efektifitas PNPM itu sendiri masih dapat diperdebatkan,” jelasnya. (*)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar