Senin, 27 Desember 2010

Bunga Bank Rendah Kalau Inflasi di Bawah 5%

Jika suku bunga perbankan ingin rendah, maka inflasi harus di bawah 5%. Namun, saat ini perbankan masih membuka akses kredit bagi penguasaha, belum melakukan pendekatan harga. Kristopo


Jakarta--Angka inflasi yang masih relatif besar di Indonesia, yaitu di atas 5% menyebabkan suku bunga perbankan masih tinggi di negeri ini.

Jika suku bunga perbankan masih tinggi di Indonesia, maka para penguasaha kecil akan sulit memdapatkan kredit dari perbankan. Karena berdasarkan analisa perbankan pengusaha kecil akan sulit untuk membayar cicilan ke bank.

Sementara kalau suku bunga perbankan masih terus tinggi, kapan pengusaha kecil dapat melakukan ekspansi untuk mengembangkan usahanya. Kalau pengusaha kecil dapat melakukan ekspansi pada usahanya. Minimal penguasaha kecil tersebut dapat mengurangi penggangguran.

Menurut pengamat ekonomi dan perbankan, Mirza Adityaswara, bunga perbankan akan menjadi rendah jika inflasi telah di bawah 5%

“Bagi perbankan saat ini yang sedang dilakukan adalah meningkatkan akses kredit bagi pengusaha di Indonesia. Setelah akses kredit tersebut berjalan dengan baik baru bank menyentuh pada harga kredit (suku bunga). Namun, saat ini harga kredit perbankan masih tinggi, karena inflasi masih di atas 5%,” katanya, saat menjadi pembicara pada Economic Outlook 2011, yang diadakan HIPMI Pusat, di Jakarta, Jumat,  23 Desember 2010.

Mirza menambahkan, sebenarnya bunga kredit perbankan sudah mengalami penurunan. Namun, baru sebatas pada kredit korporat.

Kebijakan suku bunga kredit korporat turun seiring dengan turunnya suku bunga deposito beberapa waktu lalu, setelah krisis ekonomi 2008.

Pada kesemapatan tersebut Mirza juga mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 6% sampai 6,5% akan tercapai. Karena wilayah Asia merupakan negara yang termasuk tinggi tingkat pertumbuhan ekonominya.

Ada tiga negara di Asia yang mengalami pertumbuhan ekonomi sangat baik, yaitu China, India dan Indonesia. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2011 masih dimotori sektor konsumsi. (*)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar