Jakarta--Jika Jamsostek berhasrat masuk Bank Bukopin dengan cara rights issue dan memiliki 20% saham, lain halnya dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI). Bank yang memfokuskan bisnisnya pada sektor mikro ini tetap bersikukuh pada pendiriannya, yakni menjadi pemegang saham mayoritas Bank Bukopin.
Namun, BRI sepertinya harus menahan keinginannya. Jalan menuju akuisisi Bank Bukopin sepertinya tidak akan semulus akuisisi Bank Agroniaga atau Bank Agro.
Pasalnya, telah beredar isu bahwa Bank Bukopin lebih cocok atau sreg jika bersanding dengan Jamsostek, bukan dengan BRI.
Keinginan BRI untuk meminang Bank Bukopin pada akhirnya seperti belum menemukan titik temu. Padahal, alokasi dana BRI untuk mendorong pertumbuhan secara anorganik masih berlimpah. Dari sekitar Rp2 triliun dana yang dianggarkan BRI, baru sekitar Rp300 miliar yang terpakai, yakni untuk mengakuisisi 78% saham Bank Agro.
Mampukah Sofyan Basir, Direktur Utama BRI, memboyong “rumah lamanya” ke pangkuan BRI? Apa rencana BRI terhadap Bank Bukopin? Berikut wawancara Infobank dengan Sofyan Basir, beberapa waktu lalu. Petikannya:
Mengapa BRI begitu berminat mengakuisisi Bank Bukopin?
Ini ‘kan belum ada rencana pasti. Yang pasti Agroniaga. Itu yang sudah selesai. Kalau Bank Bukopin masih wacana-wacana saja. Kami dengar-dengar dan lihat-lihat, ini (Bank Bukopin) cukup menarik. Namun, sampai dengan saat ini BRI juga belum melakukan due diligence ke Bank Bukopin.
Bank Bukopin terkesan enggan diakuisisi oleh BRI?
Kepastian bahwa itu belum, sebenarnya belum ada dari pemilik. Namun, itu terserah yang punya, mau jual ke mana. Mau di dalam negeri, mau di luar negeri, tergantung pada yang punya. Masa kita yang ngatur. Tetapi, BRI tetap ingin 51% ke atas, majority. Itu prinsip.
Jika benar Bank Bukopin enggan diakuisisi BRI, adakah langkah-langkah lain dari BRI agar keinginan itu terwujud?
Tidak. Terserah dia (Bank Bukopin) saja.
Jika nantinya BRI berhasil mengakuisisi mayoritas saham Bank Bukopin, akan ke mana arah pengembangan Bank Bukopin?
Itu untuk ke arah sektor pertanian dan mikro juga karena memang Bank Bukopin itu kuat di koperasi. Kalau kemarin pemiliknya bilang, pemerintah itu tidak memperhatikan koperasi, itu tidak bisa. BRI ini ‘kan BUMN. Itu artinya pemerintah.
Jadi, kalau kami ambil, itu artinya kami memperhatikan koperasi. Kami berbicara untuk jangka panjang dan bukan jangka pendek. Itu prinsip dasar. Kami bukan mau beli saham terus dijual lagi. Itu tidak. Kami ingin menguasi dan membesarkan.
Ada arah untuk pengembangan KUR juga?
Iya. Mungkin untuk program-program nanti akan kami serahkan ke mereka.
Selain Bank Bukopin, ada minat BRI untuk mengambil bank lain?
Bukan hanya Bank Bukopin. Kalau ada yang lain, ya kami minat. Sementara ada pengkajian, baru wacana. Kita mengkaji, lihat, potensinya ada apa tidak.
Targetnya memang middle bank. Yang agak besar-besar. Tapi, kalau ada yang kecil-kecil dan menarik, ya kenapa tidak. ‘Kan itu bisa kita gabung. Kemungkinan untuk mengakuisisi bank lain itu ada. Tapi, mungkin tahun depan. (*)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar