Perbankan syariah mampu mencetak rata-rata pertumbuhan 34% per tahun. IB Campaign menjadi salah satu strategi BI untuk mengembangkan perbankan syariah. Seberapa efektifkah strategi itu? Kenapa BI tidak lagi melihat market share? Apriyani Kurniasih
Strategi Bank Indonesia (BI) untuk mendongkrak kinerja perbankan syariah mengalami perubahan. BI tidak lagi mengangkat tema utama meningkatkan pangsa perbankan syariah menjadi 5%, tetapi lebih pada menonjolkan pertumbuhan kinerja perbankan syariah yang nilai rata-ratanya selalu berada di atas 30%.
Dengan fakta itu, BI ingin mengatakan bahwa perbankan syariah mampu membukukan pertumbuhan yang relatif cepat.
Sejauh mana efektivitas strategi yang kini dijalankan BI itu? Apa kendalanya? Berikut penuturan Mulya E. Siregar, Direktur Direktorat Perbankan Syariah BI, kepada Dythia Novianty dari Infobank, beberapa waktu lalu. Petikannya:
Apa strategi BI untuk menggenjot kinerja perbankan syariah agar mencapai pangsa 5%?
Strateginya adalah kami mendekatkan bank syariah dengan sektor usaha. Sektor usaha apa pun itu, mau itu pembiayaan perumahan, pembiayaan kendaraan bermotor, atau yang seperti kegiatan produktif. Strategi lainnya adalah IB Campaign, sosialisasi dengan berbagai lapisan masyarakat. Bisa dari kampus, dari pesantren, atau dari dunia usaha. Macam-macam yang kami lakukan.
Seberapa cepat waktu yang dibutuhkan untuk mencapai pangsa 5%?
Kami sudah tidak bicara market share 5%. Dulu, pada 2008, betul kami bicara pangsa pasar 5%. Tapi, kini yang kami lihat adalah soal pertumbuhan, growth-nya yang penting. Itu akan lebih menarik dilihat investor karena kami punya growth yang tinggi, yakni di atas 34%. Ini yang ingin kami tampilkan dibandingkan dengan market share.
Apa kendala yang dihadapi perbankan syariah Indonesia dalam meningkatkan market share?
Begini, bank konvensional juga bergerak, total aset dia naik juga. Ketika ini (bank syariah) naik, dia (bank konvensional) sudah besar duluan.
Artinya, saat ini perbankan syariah masih lambat?
Kalau dari sisi pertumbuhan, kalau yang 34% pertumbuhan per tahun dibilang lambat, coba cari industri mana yang bisa tumbuh segitu. Kalau bicara share memang harus diakui. Tapi, kalau pertumbuhan 34%, coba bisnis mana yang bisa (tumbuh) seperti itu per tahun.
Strategi untuk mempertahankan pertumbuhan?
Pertama, tentunya kami meng-encourage bank-bank syariah untuk melakukan inovasi produk. Encourage-nya macam-macam caranya, seperti mengajak mereka untuk ikut expo dan sebagainya.
Seberapa efektifkah strategi itu?
Ya, dengan begini ‘kan mereka harus berpikir tentang feature pembiayaan seperti apa. ‘Kan itu inovasi produk. Tapi, kalau kami tunggu, mereka kayaknya kurang cepat. Inovasi produk itu bisa dengan cara seperti ini, bisa dengan kita berdiskusi dengan Dewan Syariah Nasional untuk memberikan kemungkinan fatwa-fatwa adanya inovasi produk bagi perbankan syariah. (*)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar