JAKARTA(SINDO)-PT Pertamina (Persero) mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) pada 2011 sebesar Rp37,1 triliun, naik 41,6% dibandingkan capex 2010 sebesar Rp26,2 triliun.
Belanja modal tersebut sebagian besar dialokasikan bagi direktorat hulu perusahaan,yakni Rp28,4 triliun. Komisaris Utama Pertamina Sugiharto dalam bahan seminar yang diperoleh wartawan kemarin mengungkapkan,sisa capex diperuntukkan bagi kegiatan pemasaran, kilang, perkapalan, dan gas alam cair dan kegiatan lainnya.Sementara pada 2010, dari belanja modal yang disiapkan sebesar Rp26,2 triliun,Rp19,6 triliun diperuntukkan bagi kegiatan hulu.
Selanjutnya, belanja modal tahun 2012 dialokasikan naik 53,4% atau Rp19,8 triliun menjadi Rp56,9 triliun, dengan alokasi sebesar Rp35,6 triliun bagi kegiatan hulu. Pada 2013, belanja modal naik lagi menjadi Rp67,7 triliun di mana Rp36,1 triliun di antaranya diperuntukkan bagi kegiatan hulu. Selanjutnya pada 2014,Pertamina menganggarkan belanja modal sebesar Rp74,3 triliun dengan Rp38,7 triliun dialokasikan bagi kegiatan hulu.
Dalam bahan presentasi tersebut Sugiharto juga memaparkan, target produksi minyak dan gas Pertamina pada 2015 mencapai 1juta barel setara minyak.Pertamina merencanakan produksi minyak dan gas mengalami kenaikan rata-rata 12,9% antara 2010-2015. Pada 2010,produksi migas Pertamina mencapai 432.400 barel setara minyak per hari. Kemudian, pada 2011 produksi ditargetkan naik menjadi 475.300 barel setara minyak per hari.Lalu,hingga 2014 total produksi ditargetkan menjadi 702.800 barelsetaraminyakperhari. (ant)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar