JAKARTA (SINDO) – Pemerintah menilai realisasi capaian investasi di dalam negeri yang menyentuh angka Rp200 triliun sepanjang tahun ini sudah sesuai target. Sekretaris Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Sestama Bappenas Syahrial Loetan mengatakan, pemerintah menargetkan total investasi hingga 2014 mencapai Rp1.500 triliun.
Artinya, setiap tahun pemerintah menargetkan jumlah investasi ra-ta-rata sebesar Rp200 triliun. “Targetnya rata-rata setiap tahun memang sebesar itu, berarti sudah sesuai target. Rp200 triliun itu bukan hanya investasi di pasar modal, tapi dalam bentuk lain juga,” ungkap Syahrial di Jakarta kemarin. Pemerintah yakin investasi akan terus mengalir ke Indonesia karena kondisi perekonomian yang masih kondusif. Meski saat ini banyak investor yang cenderung menanamkan investasi pada instrumen jangka pendek, Syahrial yakin ke depan investasi akan mengarah pada instrumen jangka panjang.
Keyakinan itu didasarkan atas tren yang terjadi saat ini. Secara perlahan, investor mulai menanamkan investasi pada instrumen jangka panjang atau sektor riil. Namun, kata Syahrial, investasi dalam bentuk jangka pendek masih mendominasi.Capaian investasi sesuai target bisa menjadi gambaran dan indikator bahwa pemerintah berupaya memanfaatkan momentum perekonomian global yang masih belum sepenuhnya pulih.
Syahrial mengatakan, investor lebih memilih menanamkan modalnya di negara yang tengah dalam tahap perbaikan-perbaikan, ketimbang menitipkan modalnya di negara yang masih bergelut dengan resesi. Negara-negara di kawasan Asia diyakini sebagai tempat yang tepat dan aman untuk berinvestasi. Menurut dia, saat ini pemerintah sedang memperbaiki sistem yang selama ini menghambat iklim investasi, dari regulasi sampai kenyamanan bagi investor.
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Gita Wirjawan yakin realisasi investasi mencapai Rp200 triliun.Dia mengatakan, target investasi 2010 hanya dipatok pada kisaran Rp163 triliun.“Angka itu proyeksi kita,kelihatan realistis, infrastruktur, telekomunikasi,agrobisnis, pertambangan, itu direct investdi luar migas,”ungkap Gita. Melihat realisasi tahun ini BKPM menargetkan pertumbuhan investasi yang cukup realistis. Gita menyebutkan, pertumbuhan investasi pada 2011 tidak akan jauh dari target sebelumnya, yakni hingga 15% dari realisasi tahun ini. (wisnoe moerti)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar