Senin, 27 Desember 2010

Bank Syariah Mandiri Salurkan Pembiayaan Rp22,79 Triliun

Fokus ke sektor UMKM dengan terus menjalin kemitraan dan memperluas jaringan mikro seperti warung mikro, sampai November BSM telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp22,79 triliun. Porsi UMKM mencapai 68,97%. Paulus Yoga


Jakarta--PT Bank Syariah Mandiri (BSM) mencatatkan penyaluran pembiayaan sebesar Rp22,79 triliun per November 2010, yang sebagian besar disalurkan ke sektor usaha mikro kecil menengah (UMKM).

Demikian diutarakan Presiden Direktur BSM Yuslam Fauzi, kepada wartawan dalam jumpa pers UMKM Awards di Jakarta, pada Desember 2010.

"Per November 2010, portofolio pembiayaan BSM terdiri atas 68,97% atau sebesar Rp15,72 triliun ke sektor UMKM, sementara sisanya sebesar 31,03% atau sejumlah Rp7,07 triliun disalurkan ke sektor korporasi," ujarnya.

Dalam mendukung pembiayaan tersebut, khususnya ke sektor UMKM, BSM telah menjalin kemitraan dengan 506 lembaga keuangan termasuk Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB), Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS) dan lembaga keuangan mikro syariah atau Baitul Maal wa Tamwil (BMT).

"Sebagian besar masih di Jawa, kemudian yang potensinya bagus di Sumatera, kita sendiri paling banyak lakukan kemitraan di Sumatera Utara," imbuh Direktur UMKM BSM Hanawijaya.

Ia menjelaskan, untuk posisi warung mikro per 22 Desember mencapai 202 unit dan telah menyalurkan pembiayaan Rp325 miliar.

"Kita akan tumbuh 25% saja dari warung mikro karena masih mempelajari, meraba-meraba jadi perlu belajar banyak. Untuk sektor sendiri masih dari perdagangan. Tidak khawatir berbenturan dengan BPRS, karena biasanya mereka linkage dengan kita," tandasnya.

Per November total dana pihak ketiga (DPK) yang telah dikumpulkan BSM mencapai Rp26,09 triliun. Sementara total aset sebesar Rp29,37 triliun, termasuk 510 outlet yang terdiri dari 108 kantor cabang, 237 kantor cabang pembantu, 32 kantor kas, 52 konter layanan syariah, 44 payment point, 13 kas keliling dan 14 gerai online. (*)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar