Rabu, 22 Desember 2010

Agresif naikkan bunga, performa obligasi China terburuk di Asia

SHANGHAI. Performa obligasi China untuk kedua kalinya menjadi yang terburuk di Asia dalam empat tahun terakhir. Hal ini akibat keagresifan bank sentral China dalam menaikkan tingkat bunga acuannya untuk menahan laju inflasi.

Indeks HSBC Holdings Plc menyebut, obligasi pemerintah berbasis mata uang lokal memberikan return 1,7% di tahun ini. Ini yang terkecil di antara 10 negara ekonomi terbesar di Asia, kecuali Jepang.
Ancaman inflasi di China semakin kuat. Harga rata-rata konsumen pada November melonjak 5,1% dibanding tahun sebelumnya. Ini level tertinggi dalam 28 bulan terakhir.
Guo Caomin, analis obligasi Industrial Bank Co., menyebut naiknya inflasi dan kuatnya laju pertumbuhan ekonomi bisa mendorong bank sentral menaikkan suku bunga lima hingga enam kali pada tahun depan.
"Kami sangat pesimis terhadap pasar obligasi di tahun depan," ujarnya.
Dia memperkirakan imbal hasil obligasi pemerintah bertenor 10 tahun akan melebihi 4,5% di 2011, naik dari level penutupan kemarin sebesar 3,83%. Sejak September imbal hasil melonjak 0,50%, dan menjadi yang tertinggi sejak Juni 2007.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar