Selasa, 16 November 2010

Utang Garuda Indonesia terpangkas 9,62%

Oleh: Gita Arwana Cakti & Dewi Idam Sari
JAKARTA: Utang PT Garuda Indonesia hingga September 2010 mencapai US$477 juta atau turun sekitar 9,62% dari posisi utang perseroan pada Januari 2010 yakni US$527,8 juta.

Plt Direktur Keuangan Garuda Elisa Lumbantoruan mengatakan perseroan terus berupaya untuk melunasi utang tersebut. Selain itu, dia juga mengatakan perseroan sudah menuntaskan perpanjangan masa jatuh tempo untuk utang kreditur European Credit Agency (ECA) hingga 7 tahun. Sebelumnya restrukturisasi utang kepada ECA masih dalam proses negosiasi dokumentasi.

“Restrukturisasi utang ke ECA sudah selesai, kan jadinya 7 tahun jatuh temponya. Itu sudah dicicil dari 2 tahun lalu. Pokoknya posisi utang kami per September 2010 mencapai US$477 juta,” ujarnya hari ini.

Dia menjelaskan restrukturisasi utang perseroan itu harus dituntaskan sebagai syarat untuk melakukan pelepasan saham perdana (initial public offering/IPO) yang diharapkan dapat terlaksana pada kuartal I/2011.

Berdasarkan catatan Bisnis, BUMN penerbangan itu memiliki utang dari ECA sebesar US$320 juta. Perusahaan itu telah melakukan penjadwalan utang yang diundur hingga 2016.

Garuda sebelumnya berhasil melakukan restrukturisasi atas besaran utang dari US$868 juta pada 2006 menjadi sekitar US$527,8 juta pada awal tahun ini.

Opsi penyelesaian utang dilakukan melalui beberapa cara antara lain memperpanjang masa jatuh tempo, konversi dari hutan dagang ke general loan, konversi dari convertible bond menjadi ekuitas, reverse deduction, dan pembelian hutan melalui mekanisme tender.(faa)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar