Pemerintah menghitung akan ada penghematan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi sekitar 9 juta sampai 14 juta kiloliter jika sistem distribusi tertutup diberlakukan Januari nanti. Saat ini, pemerintah masih memiliki dua pilihan kebijakan untuk melaksanakan sistem distribusi BBM bersubsidi secara tertutup tersebut.
Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, pemerintah masih punya satu bulan tersisa untuk memastikan kebijakan yang tepat sebelum mendistribusikan BBM bersubsidi tertutup pada 1 Januari mendatang.
Dua opsi kebijakan yang dimiliki pemerintah saat ini adalah melarang penggunaaan BBM bersubsidi kepada semua kendaraan pelat hitam atau hanya kendaraan pelat hitam keluaran tahun 2005 ke atas. "Dua opsi itu semua ada plus minusnya. Kita akan putuskan bersama DPR, paling tidak Desember ini," kata Hatta di Jakarta, Selasa (23/11).
Menurut Hatta, jika, pelarangan hanya diberlakukan pada kendaraan di atas 2005, akan ada penghematan BBM bersubsidi sekitar 9 juta kiloliter dengan tingkat penyelewengan besar. Sementara, jika pelarangan diberlakukan untuk semua kendaraan pelat hitam, akan terjadi penghematan sekitar 14 juta kiloliter dengan tingkat penyelewengan yang lebih kecil. "Cuma, kasihan saja dengan saudara-saudara kita yang memiliki kendaraan di bawah 2005. Sering mogok pula," kata Hatta.
Sistem distribusi tertutup dinilai akan menjaga konsumsi BBM bersubsidi pada tahun 2011 tetap pada target sebesar 38 juta kiloliter. "Target itu tentu saja sudah memperhitungkan adanya penghematan konsumsi BBM," kata Hatta.
Pelat Merah Wajib
Dua opsi pelarangan tersebut mengecualikan kendaraan beroda dua, angkutan umum dan kapal nelayan. Lalu, bagaimana dengan kendaraan milik pemerintah? "Kalau pelat merah, itu kudu menggunakan BBM nonsubsidi, biar ada penghematan," kata Hatta.
Sebelumnya Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) BPH Migas Tubagus Haryono khawatir pemakaian premium dan solar bersubsidi melampaui batas kuota. Menurut Tubagus, kalau tidak dibatasi, maka kuota premium dan solar bersubsidi sesuai UU APBN Perubahan 2010 bakal terlampaui.
Lantaran sampai Agustus, konsumsi premium bersubsidi mencapai 14.948.798 kiloliter atau 69 persen dari kuota. Dan solar 8.515.732 kiloliter atau 76,07 persen dari kuota.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar