Kamis, 25 November 2010

Spread suku bunga kredit turun

Oleh: Dewi Mayestika
JAKARTA: Bank Indonesia mencatatkan spread suku bunga dasar kredit (SBDK) turun 0,02% menjadi 5,54%. Penurunan spread SBDK, berdasarkan hasil operasi pasar terbuka yang dilakukan BI pada pekan keempat November, didorong oleh pelemahan SBDK rupiah perbankan sebesar 3 basis poin (bps).

Koreksi terhadap SBDK rupiah dipicu penurunan suku bunga di kelompok bank campuran sebesar 26 bps dan kantor cabang bank asing 4 bps.

“Penurunan SBDK rupiah lebih tinggi dari rata-rata suku bunga deposito rupiah 1 bulan, sehingga spread suku bunga rupiah perbankan mengecil 2 basis poin dari 5,56% menjadi 5,54%,” ujar Kepala Biro Humas BI, Difi A. Johansyah dalam pesan elektronik yang diterima Bisnis, hari ini.

Penurunan suku bunga deposito rupiah 1 bulan terjadi pada kelompok BPD, KCBA dan campuran. Penurunan suku bunga deposito tertinggi terjadi pada kelompok bank campuran mencapai 7 bps.

Difi menuturkan kondisi itu mendorong penurunan suku bunga industri perbankan sebesar 1 bps. “Sedangkan kelompok bank swasta suku bunganya naik 2 bps. Sementara itu kelompok bank Persero suku bunganya tidak berubah,” katanya.

Dia melanjutkan bunga valas SBDK industri perbankan turun sebesar 12 bps dipicu oleh koreksi suku bunga di kelompok bank swasta dan campuran masing-masing sebesar 4 bps dan 44 bps.

Suku bunga kredit industri perbankan secara umum mengalami kenaikan kecuali suku bunga kredit investasi turun 6 bps, sedangkan suku bunga kredit valas mengalami penurunan.

Suku bunga kartu kredit rupiah lebih tinggi dibandingkan dengan suku bunga kredit modal kerja dan investasi.

“Pergerakan yang cukup signifikan terjadi pada kelompok bank campuran yakni suku bunga kredit modal kerja naik 30 bps, sedangkan kredit investasi rupiah dan valas masing-masing turun sebesar 29 bps dan 71 bps,” ujarnya. (luz)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar