Kamis, 18 November 2010

Samurai bond perlu garansi JBIC

Oleh: Agust Supriadi
JAKARTA: Indonesia dinilai masih membutuhkan garansi dari JBIC dalam penerbitan samurai bond, meskipun jaminan tersebut menambah beban utang dalam APBN.


Purbaya Yudhi Sadewa, Ekonom Danareksa Research Institute, menilai Indonesia masih perlu penjaminan dari JBIC jika ingin menjual obligasinya di pasatr Jepang.

Pasalnya, baru JCRA yang menaikkan peringkat kredit Indonesia, sedangkan lembaga pemeringkat Jepang lainnya belum.

“Ada satu lagi pemeringkat besar juga di Jepang, dia menilai Indonesia belum saatnya masuk ke investment grade  karena masalah infrastruktur. Mereka masih perlu melihat pembangunan infrastruktur, kalau sudah bagus pada tahun depan bisa naik. Jadi penjaminan JBIC itu perlu untuk credit enhancer. Saya tidak tahu biayanya berapa, tapi kalau biayanya kecil ambil saja” katanya, kemarin.

Menurut dia, penerbit obligasi di pasar global memang tidak harus berperingkat investasi. Namun, semakin tinggi peringkat kredit si penerbit, maka risikonya dianggap semakin rendah sehingga akan menurunkan tuntutan imbal hasil (yield) dari para investor.

“Karenanya kalau dijamin oleh JBIC akan sangat berguna bagi Indonesia dan Jepang karena Jepang berkepentingan untuk kita bisa membayar hutangnya meallu penerbitan tersebut. Kalau [penerbitan obligasi valas] ke Eropa dan AS, belum tentu mereka mau memberi garansi yang sama, saya sangsi,” tuturnya.

Pemerintah memang bertekad menjadikan pasar Jepang sebagai sumber pembiayaan reguler dengan mengagendakan penerbitan samurai bond secara rutin.

Hal tersebut dipertegas oleh Menteri Keuangan Agus D. W. Martowardojo yang dalam kunjungannya ke Jepang mengajukan persetujuan prinsip dari JBIC untuk meneruskan fasilitasi jaminan bagi penerbitan samurai bond.

Samurai bond yang diterbitkan pemerintah dalam 2 tahun terakhir ini masuk dalam skema MASF (Market Acces Support Facility) dalam kerangka penjaminan pinjaman siaga (drawdown deferred option/DDO).

Fasilitas DDO yang disediakan JBIC bagi Indonesia sebenarnya mencapai US$1,5 miliar dan itu sudah digunakan sebesar US$350 juta melalui penerbitan perdana samurai bond pada 2009 dan US$723,3 juta  setara dengan 60 miliar yen pada 12 November.(luz)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar