JAKARTA – Prospek penawaran saham terbatas (right issue) PT Bank Negara Indonesia Tbk yang positif dinilai akan membuat harga sahamnya terus melambung. Pasalnya, harga right issue yang sedianya akan diterbitkan pada Desember 2010 tergolong murah, yakni 3.100 rupiah per lembar saham. Nilai itu jauh lebih kecil dari rata-rata harga pasar saham BNI yang bergerak di kisaran 3.700 – 3.800 rupiah per lembar saham.
“Hal itu tentu akan mengundang banyak peminat, apalagi melihat arus modal masuk (capital inflow) yang masih sangat besar,” ungkap Pardomuan Sihombing, Kepala Riset PT Recapital Securities, di Jakarta, Jumat (26/11). Sebelumnya, Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) BNI telah menyetujui langkah perseroan untuk menerbitkan right issue 3,37 miliar lembar saham dengan rasio 500 ribu saham lama berhak mendapatkan 110.473 lembar saham baru.
Di samping itu, perseroan berniat melakukan akuisisi terhadap sebuah bank untuk meningkatkan ekspansi kreditnya ke sektor mikro. Perseroan juga diuntungkan dengan adanya keringanan pajak, atau lebih rendah 5 persen akibat kenaikan saham publik menjadi 40 persen. Untuk itu, secara teknikal, saham BNI masih bisa menguat hingga level 4.125 rupiah per lembar saham.
Sementara untuk level support, nilainya mungkin akan bergerak di angka 3.600 rupiah per lembar saham. Pada perdagangan Jumat (26/11), saham BBNI ditutup turun 100 poin atau setara 2,48 persen ke posisi 3.925 poin. Frekuensi transaksi tercatat 629 kali pada volume perdagangan 28,66 juta lembar saham senilai 113,38 miliar rupiah.
“Secara umum, saham BBNI masih berpeluang naik 15 – 20 persen,” tutup Pardomuan Sihombing.
ayi/E-3
Tidak ada komentar:
Posting Komentar