JAKARTA: Industri pengguna gas mendesak PT Perusahaan Gas Negara Tbk segera memberikan kepastian soal pasokan dan jaminan harga gas, menyusul segera berakhirnya kontrak jual beli pada tahun depan.
Sekjen Forum Industri Pemakai Gas Bumi Achmad Wijaya mengatakan sektor industri saat ini masih mereka-reka apakah pada tahun depan akan mendapat tambahan kuantitas dan kualitas (tekanan gas) atau kondisinya sama seperti tahun ini.
"Industri terancam karena belum ada kepastian dan ketegasan. Kontrak akan berakhir Desember tahun depan. Kami membutuhkan kepastian karena perencanaan industri tidak dapat dilakukan dalam waktu singkat dan PGN bisa saja memutuskan kontrak secara sepihak," katanya kepada Bisnis hari ini.
Untuk memperkuat posisi terhadap PGN, kata Ketua Forum Industri Pengguna Gas Bumi Ahmad Safiun, mengatakan industri pengguna gas membentuk forum tersebut.
"Melalui forum ini, kami akan memetakan suplai dan permintaan gas nasional sehingga jangan asal langsung bicara harga. Harga ditentukan pasokan dan permintaan. Kalau suplai lebih besar, tidak ada alasan menaikkan harga," katanya.
Safiun mengatakan forum diharapkan mampu menyuarakan kebutuhan bersama dengan posisi yang sama kuat dengan PGN. "Tidak seperti sekarang, semua diatur PGN. Kalau industri tidak mau, dia bilang ya sudah. PGN tinggal naikkan harga."
Forum Industri Pemakai Gas Bumi merupakan gabungan sekitar 12 asosiasi industri pemakai gas mulai dari sektor keramik, pupuk, makanan dan minuman, kaca lembaran, kaca botol, baja, plastik, hingga sarung tangan karet dan kimia hulu.
Total konsumsi gas yang disuplai untuk seluruh sektor industri (kecuali pupuk) pada tahun ini mencapai 430 juta standar kaki kubik per hari (MMscfd) dengan harga rata-rata US$4,3 per MMbtu. (hl)
Sekjen Forum Industri Pemakai Gas Bumi Achmad Wijaya mengatakan sektor industri saat ini masih mereka-reka apakah pada tahun depan akan mendapat tambahan kuantitas dan kualitas (tekanan gas) atau kondisinya sama seperti tahun ini.
"Industri terancam karena belum ada kepastian dan ketegasan. Kontrak akan berakhir Desember tahun depan. Kami membutuhkan kepastian karena perencanaan industri tidak dapat dilakukan dalam waktu singkat dan PGN bisa saja memutuskan kontrak secara sepihak," katanya kepada Bisnis hari ini.
Untuk memperkuat posisi terhadap PGN, kata Ketua Forum Industri Pengguna Gas Bumi Ahmad Safiun, mengatakan industri pengguna gas membentuk forum tersebut.
"Melalui forum ini, kami akan memetakan suplai dan permintaan gas nasional sehingga jangan asal langsung bicara harga. Harga ditentukan pasokan dan permintaan. Kalau suplai lebih besar, tidak ada alasan menaikkan harga," katanya.
Safiun mengatakan forum diharapkan mampu menyuarakan kebutuhan bersama dengan posisi yang sama kuat dengan PGN. "Tidak seperti sekarang, semua diatur PGN. Kalau industri tidak mau, dia bilang ya sudah. PGN tinggal naikkan harga."
Forum Industri Pemakai Gas Bumi merupakan gabungan sekitar 12 asosiasi industri pemakai gas mulai dari sektor keramik, pupuk, makanan dan minuman, kaca lembaran, kaca botol, baja, plastik, hingga sarung tangan karet dan kimia hulu.
Total konsumsi gas yang disuplai untuk seluruh sektor industri (kecuali pupuk) pada tahun ini mencapai 430 juta standar kaki kubik per hari (MMscfd) dengan harga rata-rata US$4,3 per MMbtu. (hl)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar