JAKARTA: Bank Indonesia menargetkan penyatuan sistem pembayaran (national payment gateway/NPG) mesin ATM perbankan seluruh Indonesia pada kuartal III/2011 dan diperkirakan efektif selambatnya pada 2015.
Kepala Biro Kebijakan dan Pengembangan Sistem Pembayaran Bank Indonesia Aribowo memperkirakan NPG dapat diimplementasikan secara menyeluruh oleh seluruh bank nasional pada 2014-2015.
"Saya sudah terima kajian dari bank-bank, pada umumnya mereka memproyeksikan dapat mengimplementasikan NPG dalam waktu 3-4 tahun," katanya, hari ini.
Dia mengatakan sistem interkoneksi tersebut akan dipasang di seluruh mesin ATM sehingga setiap penyedia jasa ATM akan saling terkoneksi. Dengan demikian, lanjutnya, sistem pembayaran perbankan nasional akan makin efektif dan efisien.
"Sistem interkoneksi ini dapat menyatukan seluruh mesin ATM di Indonesia. Nasabah tidak akan direpotkan. Dengan sistem tersebut, nasabah BCA bisa bertransaksi dengan Bank Mandiri, atau sebaliknya yang saat ini belum bisa," katanya.
Dia menambahkan saat ini pihaknya sedang mengkaji tentang biaya interchange atas interkoneksi jaringan ATM tersebut. Namun, dia meyakini penerapan NPG akan menekan biaya interchange perbankan secara perlahan tapi pasti.
"Kami masih studi untuk tentukan biaya interkoneksinya. Tapi ini tugas asosiasi untuk menyepakati harga transaksi interchange tersebut," tuturnya.
Bank sentral juga akan menyatukan koneksi antara mesin ATM dan mesin electronic data capture (EDC). "Hanya saja rencana ini masih kami bicarakan dengan asosiasi,”katanya.
Sampai dengan saat ini terdapat tiga jaringan nasional penyedia jasa ATM yaitu PT Artajasa Pembayaran Elektronis (Artajasa), PT Rintis Sejahtera (Prima), dan PT Daya Network Lestari (ALTO). (luz)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar