JAKARTA: Pemerintah akan terus mendorong percepatan penyerapan anggaran belanja pemerintah pada triwulan IV/2010 agar laju pertumbuhan ekonomi pada triwulan IV/2010 bisa lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya.
Menteri PPN/Kepala Bappenas Armida Salsiah Alisjahbana mengatakan realisasi pertumbuhan ekonomi pada triwulan IV/2010 akan sangat bergantung pada realisasi penyerapan anggaran belanja pemerintah di akhir tahun.
"Dari sisi target [pertumbuhan ekonomi] kita harapkan bisa tercapai, hanya tentunya kuartal IV ini akan sangat menentukan apakah bisa lebih dari 5,8% atau tidak. Kita harapkan bisa di atas 5,8% atau mendekati 6%," katanya dalam konferensi pers di Jakarta hari ini.
Untuk itu, pemerintah akan mendorong agar pertumbuhan realisasi penyerapan anggaran pada triwulan IV/2010 bisa di atas 3%. "Diharapkan pengeluaran konsumsi pemerintah bisa lebih tinggi pertumbuhannya dibandingkan triwulan sebelumnya. Triwulan III/2010 itu pengeluaran konsumsi pemerintah meningkat 3% year on year," tuturnya.
Meski demikian, Armida pesimistis anggaran belanja pemerintah akan terserap 100% dari pagu yang dianggarkan dalam APBNP 2010. "Minimal bisa sama dengan tahun lalu yaitu 92%," ujarnya.
Lebih lanjut, terangnya, pemerintah akan terus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi yang kini terus tumbuh di level 5% dan ditargetkan bisa mencapai 6,4% pada tahun depan. "Ini kan lagi naik dari 2009 yang hanya 4,5% karena dampak krisis, supaya triwulan IV/2010 trennya tetap naik sehingga 2011 targetnya adalah 6,4% bisa tercapai. Ini kan harus terus di keep momentumnya," jelasnya.
Kementerian Keuangan mencatat, hingga 15 Oktober, realisasi belanja negara sebesar Rp681,69 triliun atau 60,5% dari pagu Rp1126,1 triliun di APBNP 2010. Realisasi tersebut terdiri atas belanja pemerintah sebesar Rp431,32 triliun (55,2%) dan transfer ke daerah Rp250,37 triliun (72,7%).
Berdasarkan komponen belanja pemerintah, belanja modal merupakan yang terendah dengan realisasi sebesar Rp36,09 triliun (38%). Kemudian diikuti oleh belanja barang sebesar Rp58,14 triliun (51,6%) dan belanja pegawai Rp115,89 triliun (71,2%).
Menurut Armida, variable pembentuk pertumbuhan ekonomi lainnya seperti konsumsi masyarakat, inflasi, investasi, dan ekspor-impor hingga saat ini relatif masih terjaga dengan baik meski tidak sebagus pada triwulan I/2010.
"Rata-rata masih on track dan kita masih tumbuh kuat. Diharapkan triwulan IV/2010 bisa lebih tinggi dari triwulan III," ujarnya.
Khusus mengenai inflasi, Armida melihat tantangan yang harus dihadapi pemerintah dalam menjaga stabilitas laju inflasi adalah masalah cuaca atau musim yang tidak terkendali. "Ini akan berimplikasi ke masalah stok pangan dan sebagainya," tambahnya. (faa)
Menteri PPN/Kepala Bappenas Armida Salsiah Alisjahbana mengatakan realisasi pertumbuhan ekonomi pada triwulan IV/2010 akan sangat bergantung pada realisasi penyerapan anggaran belanja pemerintah di akhir tahun.
"Dari sisi target [pertumbuhan ekonomi] kita harapkan bisa tercapai, hanya tentunya kuartal IV ini akan sangat menentukan apakah bisa lebih dari 5,8% atau tidak. Kita harapkan bisa di atas 5,8% atau mendekati 6%," katanya dalam konferensi pers di Jakarta hari ini.
Untuk itu, pemerintah akan mendorong agar pertumbuhan realisasi penyerapan anggaran pada triwulan IV/2010 bisa di atas 3%. "Diharapkan pengeluaran konsumsi pemerintah bisa lebih tinggi pertumbuhannya dibandingkan triwulan sebelumnya. Triwulan III/2010 itu pengeluaran konsumsi pemerintah meningkat 3% year on year," tuturnya.
Meski demikian, Armida pesimistis anggaran belanja pemerintah akan terserap 100% dari pagu yang dianggarkan dalam APBNP 2010. "Minimal bisa sama dengan tahun lalu yaitu 92%," ujarnya.
Lebih lanjut, terangnya, pemerintah akan terus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi yang kini terus tumbuh di level 5% dan ditargetkan bisa mencapai 6,4% pada tahun depan. "Ini kan lagi naik dari 2009 yang hanya 4,5% karena dampak krisis, supaya triwulan IV/2010 trennya tetap naik sehingga 2011 targetnya adalah 6,4% bisa tercapai. Ini kan harus terus di keep momentumnya," jelasnya.
Kementerian Keuangan mencatat, hingga 15 Oktober, realisasi belanja negara sebesar Rp681,69 triliun atau 60,5% dari pagu Rp1126,1 triliun di APBNP 2010. Realisasi tersebut terdiri atas belanja pemerintah sebesar Rp431,32 triliun (55,2%) dan transfer ke daerah Rp250,37 triliun (72,7%).
Berdasarkan komponen belanja pemerintah, belanja modal merupakan yang terendah dengan realisasi sebesar Rp36,09 triliun (38%). Kemudian diikuti oleh belanja barang sebesar Rp58,14 triliun (51,6%) dan belanja pegawai Rp115,89 triliun (71,2%).
Menurut Armida, variable pembentuk pertumbuhan ekonomi lainnya seperti konsumsi masyarakat, inflasi, investasi, dan ekspor-impor hingga saat ini relatif masih terjaga dengan baik meski tidak sebagus pada triwulan I/2010.
"Rata-rata masih on track dan kita masih tumbuh kuat. Diharapkan triwulan IV/2010 bisa lebih tinggi dari triwulan III," ujarnya.
Khusus mengenai inflasi, Armida melihat tantangan yang harus dihadapi pemerintah dalam menjaga stabilitas laju inflasi adalah masalah cuaca atau musim yang tidak terkendali. "Ini akan berimplikasi ke masalah stok pangan dan sebagainya," tambahnya. (faa)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar