Jumat, 26 November 2010

Pembentukan biro kredit swasta butuh US$10 juta

Oleh: Anggi Oktarinda
JAKARTA: Pembentukan biro kredit swasta diperkirakan membutuhkan dana sebesar US$5 juta-US$10 juta untuk investasi awal.

Mohamed Refaat El-Houshi, Managing Director The Egyptian Credit Bureau I Score, menuturkan dana tersebut dapat digunakan biro kredit swasta sebagai modal kerja dan operasional, termasuk untuk pembelian software dan hardware sistem.

"Memang investasinya tinggi. Tapi negeri kami telah membuktikan melalui pembentukan suatu sistem biro kredit, banyak penghematan dan benefit yang didapatkan," ujarnya, hari ini.

Refaat menuturkan setelah 2,5 tahun menerapkan sistem biro kredit, terjadi peningkatan kinerja perbankan di negara tersebut.

Dia menuturkan pascapenerapan sistem biro kredit terjadi pertumbuhan kredit konsumer dari 78,3 miliar Egypt Pound pada Juni 2008 (3 bulan setelah penerapan biro kredit) menjadi 92,8 miliar Egypt Pound pada 2010.

Selain itu, tambahnya, terjadi penurunan rasio kredit bermasalah (NPL) industri perbankan di Mesir dari 4,2% pada akhir 2009 menjadi 3,7% pada Maret 2010.

Sementara itu, lanjutnya, dari sisi makro terjadi peningkatan rating negara dari peringkat 156 pada 2007 menjadi peringkat 71 pada 2010.

"Jumlah aplikan kredit juga tumbuh hampir 2 kali lipat dari 3,9 juta debitur pada 2008 menjadi 6,9 juta debitur pada 2010," ujarnya.

Jos Luhukay, Ketua Bidang Teknologi Informasi Perhimpunan Bank Umum Nasional (Perbanas), mengatakan pembentukan biro kredit swasta di Indonesia tinggal menunggu regulasi dari regulator.

"Regulatornya antara lain Bank Indonesia dan Bapepam-LK, serta dari Menkominfo," ujarnya. (faa)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar