Oleh: Siti Munawaroh & Chamdan Purwoko JAKARTA : Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) meminta kepada pemerintah untuk melakukan sosialisasi secara jelas kepada masyarakat luas terkait rencana pembatasan pemakaian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.
Ketua Umum Gaikindo Sudirman Maman Rusdi mengatakan secara prinsip, industri akan menyesuaikan apabila pemerintah benar-benar mengimplementasikan kebijakan pembatasan pemakaian BBM bersubsidi, premium.
“Kalau mau diberlakukan apakah itu opsi pertama atau kedua, tolong sosialisasi yang baik ke masyarakat, dengan waktu yang cukup dan secara jelas, sehingga tidak menimbulkan gejolak. Karena kalau itu memang sudah keputusan, kami akan menyesuaikan,” ujarnya hari ini.
Dia menegaskan adanya pembatasan pemakaian premium berarti biaya BBM yang dikeluarkan masyarakat akan meningkat. Kondisi ini dikhawatirkan akan memengaruhi permintaan produk otomotif, mengingat pada tahun-tahun sebelumnya penjualan mobil terkoreksi sekitar 30% ketika harga BBM naik.
“Kalau minyak naik biasanya pasar akan turun. Kami akan monitor lagi. Produsen mobil tentunya akan berhitung kembali, target produksi dan situasi pasar tahun depan seperti apa. Tetapi kami harapkan pemerintah melakukan sosialisasi, itu yang penting. Bagaimana mengatur penerapan secara teknis,” papar Sudirman.
Dalam kesempatan yang sama, CEO PT Astra International Tbk- Daihatsu Sales Operation (DSO) Suparno Djasmin menegaskan rencana pemerintah tersebut akan berdampak pada penurunan penjualan mobil baru pada tahun depan. Namun, Suparno, belum dapat memastikan seberapa dalam penurunan pasar mobil pada 2011, apabila kebijakan tersebut diimplementasikan.
“Memang akan ada pengaruhnya, tetapi saya belum tahu seberapa besar. Perkiraan saya sepertinya tidak akan terlalu besar untuk konsumen Daihatsu karena produk kami menggunakan kapasitas mesin (cc) kecil dan irit,” katanya. (trd)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar