Senin, 29 November 2010
Obligasi Asia tembus US$5 triliun
JAKARTA: Emisi obligasi di Asia Timur dalam denominasi lokal menembus angka US$5 triliun atau Rp44.500 triliun tahun ini, ditopang lonjakan emisi obligasi korporasi di negara-negara emerging market.
Surat utang tersebut berasal dari beberapa negara seperti Republik Rakyat China (RRC), Hong Kong, Indonesia, Korea Selatan, Malaysia, Fipipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam.
Data Asia Bond Monitor yang diterbitkan Bank Pembangunan Asia (Asian Development Bank/ ADB) menyebutkan nilai obligasi korporasi pada akhir September mencapai US$1,56 triliun.
Head of ADB Office of Regional Economic Integration Iwan Azis menyebutkan posisi surat utang swasta Asia tersebut naik 23,8% dibandingkan dengan posisi pada periode yang sama 2009, dan tumbuh 5,7% secara triwulanan.
“Perseroan memanfaatkan kesempatan menggali dana di pasar obligasi lokal Asia di tengah tumbuhnya permintaan pemodal, terutama investor asing,” tuturnya dalam keterangan resminya, sore ini.
Kenaikan suku bunga asing, lanjutnya, menciptakan pertumbuhan fundamental di kawasan Asia dan menurunkan suku bunga pasar, meski ada upaya beberapa negara membatasi aliran modal asing.
Di sisi lain, surat utang negara (SUN) yang terbit di kawasan tersebut nilainya mencapai US$3,55 triliun, atau naik 14,6% secara tahunan dan 1,9% secara triwulanan. Rendahnya pertumbuhan obligasi negara tersebut terjadi karena beberapa negara mulai menyiapkan paket stimulus fiskal dan bank sentral mulai menurunkan nilai emisi surat utang. (faa)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar