Selasa, 09 November 2010

Neraca jasa tekan transaksi berjalan

Oleh: Hendri T. Asworo
JAKARTA: Penurunan neraca jasa dan pendapatan membuat neraca transaksi berjalan tertekan sepanjang kuartal III/2010 jika dibandingkan dengan realisasi pada kuartal sebelumnya.

Selain itu, kenaikan impor juga turut mempersulit kinerja neraca transaksi berjalan. Berdasarkan data Neraca Pembayaran Indonesia per kuartal III yang dipublikasikan Bank Indonesia, neraca impor-ekspor minyak minus US$1,05 miliar.

Adapun neraca gas turun menjadi US$2,99 miliar dari posisi pada kuartal sebelumnya US$3,11 miliar. Sementara itu, neraca nonmigas naik tipis dari realisasi pada kuartal II sebesar US$6,76 miliar menjadi US$7,17 miliar pada kuartal III.

Neraca jasa dan pendapatan tercatat minus masing-masing sebesar US$3,89 dan US$5,15 miliar. Indikator tersebut membuat transaksi berjalan tertekan pada kuartal III menjadi US$1,31 miliar dari posisi pada kuartal sebelumnya US$1,8 miliar.

Neraca pembayaran Indonesia (NPI) terselamatkan oleh transaksi modal dan finansial yang melonjak sebesar US$6,477 miliar jika dibandingkan dengan kuartal sebelumnya US$4,37 miliar.

Kenaikan neraca pembayaran itu hampir seluruhnya didorong oleh transaksi finansial, sehingga NPI mampu surplus US$6,955 miliar.

Kepala Biro Humas Bank Indonesia Difi A. Johansyah mengatakan surplus transaksi berjalan tersebut lebih rendah daripada kuartal sebelumnya akibat peningkatan defisit neraca jasa dan neraca pendapatan.

“Permintaan dunia yang masih kuat terhadap komoditas ekspor berbasis sumber daya alam mampu mendorong kenaikan surplus neraca perdagangan nonmigas. Transaksi berjalan tertekan oleh defisit negara jasa dan pendapatan,” katanya dalam keterangan tertulis, hari ini. (luz)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar