Kamis, 25 November 2010

Menteri BUMN tak ikut campur soal merger Flexi & Esia

Oleh: Gita Arwana Cakti
JAKARTA: Kementerian BUMN menyerahkan sepenuhnya pembahasan rencana merger Flexi dan Esia kepada manajemen PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom).


Menteri BUMN Mustafa Abubakar mengatakan pihaknya tidak mencampuri rencana aksi korporasi tersebut. Dia juga mengatakan belum mengetahui apakah rencana tersebut akan dibahas dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang akan diselengarakan pada 17 Desember 2010.

“RUPSLB kan tetap 17 Desember 2010. Saya tidak tahu apakah membahas rencana kerjasama Flexi-Esia. Saya tidak masuk ke ruang [masalah] itu. itu mereka sendiri yang membahas,” ujarnya hari ini.

Salah satu hal yang diketahui Kementerian BUMN untuk dibahas pada RUPSLB adalah penetapan pergantian direksi dan manajemen BUMN telekomunikasi tersebut. Dia juga berharap pergantian direksi tidak ada kaitannya dengan rencana aksi korporasi yang akan perseroan lakukan.

“Agenda RUPSLB itu kan pergantian pengurus, baik direksi dan komisaris. Tapi saya berharap tidak ada kaitan antara pergantian direksi dengan rencana merger itu,” paparnya.

Sebelumnya, Serikat Karyawan Telkom (Sekar Telkom) menegaskan tidak bisa bekerja sama dengan direksi yang akan menggabungkan Flexi dan Esia. Mereka mengharapkan direksi BUMN yang akan dipilih dalam RUPSLB merupakan figur yang anti penjualan aset negara, khususnya anti penjualan di Divisi TelkomFlexi dengan dalih merger Flexi- Esia, anak perusahaan Group Bakrie.

Berdasarkan catatan Bisnis, menurut sumber yang mengetahui proses tersebut, Rinaldi Firmansyah disebut-sebut tetap menjabat sebagai Direktur Utama Telkom. Jika benar terpilih, Rinaldi berarti mengalahkan Direktur Network&Solution Telkom Ermadi Dahlan dan Direktur Enterprises&Wholesale Telkom Arief Yahya yang kabarnya juga dicalonkan menduduki posisi puncak BUMN tersebut.

Selain itu, Mantan Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal kabarnya ditunjuk sebagai Komisaris Utama Telkom, adapun Rudi Antara dan Joni Swandi Sjam menjadi Komisaris Telkom. Saat ini posisi Komisaris Utama diduduki oleh Tanri Abeng. Komisaris lainnya adalah Bobby A.A Nazief, Mahmuddin Yasin, P. Sartono dan Arif Arryman (almarhum). (faa)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar