Jumat, 26 November 2010

Menperin janji percepat insentif eco car

Oleh: Siti Munawaroh & Chamdan Purwoko
JAKARTA: Menteri Perindustrian M.S Hidayat berjanji akan segera berkoordinasi dengan Menko Perekonomian dan Menteri Keuangan guna mempercepat penerbitan kebijakan insentif fiskal untuk mobil murah dan mobil ramah lingkungan.


“Pabrikan menunggu penyikapan fiskal. Karena saya Menperin, bukan Menkeu, jadi saya tidak bisa menjawab bentuk insentifnya seperti apa. Saya akan bicarakan kepada Menkeu dan lapor Menko,” ujarnya seusai perayaan produksi mobil ke-2 juta unit PT Astra Daihatsu Motor (ADM), kemarin.

Dia menuturkan secara diam-diam rencana produksi dan pengembangan mobil dengan harga terjangkau dan ramah lingkungan (low cost and green car) sudah diproses. Studi mengenai hal ini sudah selesai dan produsen tengah menantikan bentuk penyikapan fiskal dari pemerintah guna mendukung dan menjamin kepastian investasi.

“Konsep green dicapai melalui suatu sistem yang memungkinkan konsumsi 1 liter bahan bakar minyak untuk jarak 22 kilometer,” paparnya.

Namun Hidayat belum dapat memastikan bentuk insentif yang bakal diberikan pemerintah untuk mendukung program ini, termasuk kriteria mobil murah yang dapat menikmati fasilitas itu.

Setidaknya tiga produsen otomotif, yaitu Daihatsu, Suzuki dan Hyundai telah menyatakan minat untuk menggarap program low cost and green car di Indonesia.

Mercedes-Benz kemarin memulai uji coba mobil listrik berkapasitas dua tempat duduk ‘Smart ed’ di Jakarta.

Uji coba melibatkan pemprov DKI dan Siemens sebagai perusahaan yang akan menyediakan stasiun pengisian ulang baterai kendaraan tersebut.

Smart ed merupakan mobil kecil bertenaga baterai (electric vehicle) yang dikembangkan oleh Mercedes-Benz dan Daimler AG.

Menurut Deputi Direktur Pemasaran PT Mercedes-Benz Indonesia Yuniadi H. Hartono, uji coba Smart ed akan dilakukan hingga 2015. Setelah itu, mobil mungil itu akan dipasok secara komersial. Namun, versi mesin bensin dari Smart sudah akan masuk pada tahun depan.

Uji coba serupa sebelumnya telah dilakukan di London pada 2007, Berlin pada 2009, dan beberapa kota di AS.

Basis produksi

Sementara itu, Manajemen PT Astra Daihatsu Motor (ADM) mengungkapkan pabrik Daihatsu di Indonesia merupakan basis produksi terbesar kedua setelah Jepang.

Presdir ADM Takashi Nomoto mengatakan investasi yang telah ditanamkan perusahaan hingga saat ini sebesar Rp11 triliun dengan mempekerjakan 8.000 orang.

“Seiring dengan pertumbuhan pasar otomotif domestik yang kuat, perusahaan akan terus melakukan peningkatan kapasitas secara bertahap dari 230.000 unit per tahun menjadi 330.000 unit pada 2011,” katanya dalam perayaan produksi ke-2 juta unit, di pabrik perakitan ADM di Sunter, Jakarta, kemarin.

Presdir Daihatsu Motor Co Ltd Koichi Ina mengatakan Indonesia merupakan basis operasi luar negeri yang sangat penting bagi Daihatsu Grup.

“Kami ingin terus meningkatkan lokalisasi di semua aspek,” katanya.

Menurut Sudirman yang juga merupakan Wapresdir ADM, perusahaan menambah investasi sebesar Rp150 miliar untuk mendongkrak kapasitas produksi menjadi 330.000 unit per tahun yang ditargetkan tercapai pada kuartal I/2011.

Saat ini, kapasitas produksi pabrik ADM sebesar 230.000 unit per tahun. “Kapasitas baru diharapkan mulai efektif pada kuartal pertama tahun depan,” jelasnya. (k29/Th. D. Wulandari/Tri D. Pamenan) (siti.munawaroh @bisnis.co.id/chamdan@bisnis.co.id)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar