JAKARTA. Bank Indonesia (BI) mentargetkan ada migrasi teknologi kartu automatic teller machine (ATM) tahun 2011. Teknologi ATM yang menggunakan lembaran magnet saat ini akan diubah menjadi kepingan chip.
Hal tersebut dilakukan untuk meningkatkan keamanan dan mencegah terjadinya kejahatan perbankan. Untuk perpindahan teknologi ini, Deputi Gubernur BI, Budi Rochadi memperkiran dana yang dibutuhkan mencapai Rp 2 triliun.
"Diharapkan itu sudah mencakup biaya keseluruhan, sudah termasuk dengan investasi mesin," ujar Budi, Senin (29/11).
Saat ini teknologi chip dianggap paling aman untuk melkukan transaksi perbankan. Alasannya, teknologi lembaran magnetik yang sudah ada sekarang sudah banyak dimanipulasi pelaku kejahatan perbankan untuk membobol rekening. "Triwulan pertama 2011 diharapkan sudah berjalan," ujar Budi.
Hal tersebut dilakukan untuk meningkatkan keamanan dan mencegah terjadinya kejahatan perbankan. Untuk perpindahan teknologi ini, Deputi Gubernur BI, Budi Rochadi memperkiran dana yang dibutuhkan mencapai Rp 2 triliun.
"Diharapkan itu sudah mencakup biaya keseluruhan, sudah termasuk dengan investasi mesin," ujar Budi, Senin (29/11).
Saat ini teknologi chip dianggap paling aman untuk melkukan transaksi perbankan. Alasannya, teknologi lembaran magnetik yang sudah ada sekarang sudah banyak dimanipulasi pelaku kejahatan perbankan untuk membobol rekening. "Triwulan pertama 2011 diharapkan sudah berjalan," ujar Budi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar