JAKARTA: Pemerintah Jerman akan menginvestasikan dana sebesar 353 juta euro untuk perlindungan iklim dan transportasi laut di Indonesia.
Komitmen tersebut merupakan hasil pertemuan bilateral antara delegasi Indonesia dan Jerman yang diselenggarakan di Kantor Bappenas hari ini.
Program kerja sama yang akan berlangsung beberapa tahun tersebut akan ditujukan untuk meningkatkan energi terbarukan yang ramah lingkungan salah satunya adalah pembangunan dua buah pembangkit listrik geotermal.
Untuk pembangunan pembangkit listrik geotermal yang salah satunya berlokasi di Aceh, Jerman mengalokasikan dana sebesar 210 juta euro. Jerman juga akan membiayai pembuatan sebuah kapal penumpang generasi baru yang akan meningkatkan mobilitas masyarakat di wilayah-wilayah terpencil Indonesia bagian timur.
Untuk pengadaan satu buah kapal laut yang merupakan kombinasi kapal kargo dan penumpang (two in one), Jerman mengalokasikan dana sebesar 100 juta euro.
Direktur Jenderal untuk Asia dari Kementerian Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan Jerman Dominik Ziller mengatakan kerja sama RI-Jerman sebenarnya sudah terjalin lama yaitu sudah 50 tahun di mana saat ini hubungannya tidak lagi dalam kapasitas pendonor-penerima melainkan hubungan mitra.
"Beberapa tahun terakhir Indonesia sangat berkembang yaitu menjadi negara middle income, pertumbuhan ekonominya mengalami akselerasi, dan menjadi anggota negara G20," katanya kepada pers usai menggelar pertemuan bilateral dengan pemerintah Indonesia hari ini.
Deputi Bidang Makro Kementerian PPN/Bappenas Prasetijono Widjojo yang mewakili pemerintah RI dalam pertemuan itu mengatakan kerjasama kedua negara juga akan difokuskan untuk program dukungan kebijakan dan tata kelola desentralisasi serta masalah kesehatan dan pelatihan kejuruan. (luz)
Komitmen tersebut merupakan hasil pertemuan bilateral antara delegasi Indonesia dan Jerman yang diselenggarakan di Kantor Bappenas hari ini.
Program kerja sama yang akan berlangsung beberapa tahun tersebut akan ditujukan untuk meningkatkan energi terbarukan yang ramah lingkungan salah satunya adalah pembangunan dua buah pembangkit listrik geotermal.
Untuk pembangunan pembangkit listrik geotermal yang salah satunya berlokasi di Aceh, Jerman mengalokasikan dana sebesar 210 juta euro. Jerman juga akan membiayai pembuatan sebuah kapal penumpang generasi baru yang akan meningkatkan mobilitas masyarakat di wilayah-wilayah terpencil Indonesia bagian timur.
Untuk pengadaan satu buah kapal laut yang merupakan kombinasi kapal kargo dan penumpang (two in one), Jerman mengalokasikan dana sebesar 100 juta euro.
Direktur Jenderal untuk Asia dari Kementerian Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan Jerman Dominik Ziller mengatakan kerja sama RI-Jerman sebenarnya sudah terjalin lama yaitu sudah 50 tahun di mana saat ini hubungannya tidak lagi dalam kapasitas pendonor-penerima melainkan hubungan mitra.
"Beberapa tahun terakhir Indonesia sangat berkembang yaitu menjadi negara middle income, pertumbuhan ekonominya mengalami akselerasi, dan menjadi anggota negara G20," katanya kepada pers usai menggelar pertemuan bilateral dengan pemerintah Indonesia hari ini.
Deputi Bidang Makro Kementerian PPN/Bappenas Prasetijono Widjojo yang mewakili pemerintah RI dalam pertemuan itu mengatakan kerjasama kedua negara juga akan difokuskan untuk program dukungan kebijakan dan tata kelola desentralisasi serta masalah kesehatan dan pelatihan kejuruan. (luz)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar