Jumat, 26 November 2010

Investor Cermati Data Ekonomi AS

JAKARTA – Kinerja bursa saham domestik pada perdagangan hari ini diperkirakan masih berpotensi menguat meski dalam kisaran terbatas dengan level support 3.675 poin dan posisi resistance 3.730 poin. Prospek ekonomi Amerika Serikat (AS) yang positif kembali membawa gairah positif terhadap perkembangan pasar modal dunia.

Membaiknya data pengangguran (jobless claims) yang mencapai level terendah dalam kurun dua tahun terakhir, ditambah naiknya tingkat konsumsi (consumer spending) dalam empat bulan berturut-turut, menguatkan optimisme ekonomi dunia. “Hal itu diyakini akan membuat gairah baru bagi pergerakan bursa saham di Asia dan tentunya Indonesia,” ungkap Nico Omer Jonckheere, Vice President Valbury Asia Securities, di Jakarta, Kamis (25/11).

Sementara itu, dari sentimen dalam negeri, Badan Pusat Statistik (BPS) juga memperkirakan nilai inflasi untuk November 2010 tidak akan terlalu tinggi, dan kemungkinan akan berada di level 0,5 persen. Namun, tren penguatan tersebut akan sedikit tertahan oleh liburnya bursa AS karena perayaan Thanksgiving. Investor juga masih menantikan penyelesaian konflik militer di Korea dan penyelesaian krisis surat utang di Irlandia.

Pada perdagangan Kamis (25/11), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 1,18 persen ke posisi 3.702,013 poin. Indeks saham-saham unggulan LQ 45 turut naik senilai 1,18 persen ke level 676,06 poin. Kenaikan ini dipicu oleh penguatan bursa regional dan global yang merespons positif data ekonomi di AS.

Aktivitas perdagangan kemarin berjalan ramai dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar mencapai 136.635 kali dan volume perdagangan 9,93 miliar lembar saham senilai 5,17 triliun rupiah. Investor asing mencatatkan pembelian 1,42 triliun rupiah dan hanya membukukan nilai jual 1,24 triliun rupiah sehingga terjadi selisih nilai beli bersih (nett buy) 177,45 miliar rupiah.
ayi/E-1

Tidak ada komentar:

Posting Komentar