JAKARTA : Kendati dapat menimbulkan bencana finansial jika terjadi pembalikan, pemerintah tidak akan menghambat masuknya modal asing ke Tanah Air karena diyakini bisa menjadi berkah ekonomi selama bisa dikelola dengan baik.
Hatta Rajasa, Menteri Koordinator bidang perekonomian, menuturkan dalam forum internasional, seperti G20 dan APEC, isu mengenai bahaya dampak lanjutan dari aliran modal masuk (capital inflow) mengemuka. Meski kelihatannya sudah pulih, perekonomian dunia masih rentan menyusul pengelolaan fiskal yang buruk dari sejumlah negara maju, terutama di kawasan Eropa.
“Walaupun pengaruhnya tidak besar ke Indonesia, tapi kalau terjadi pelemahan pada sisi permintaan mereka, tetap akan memberi pengaruh terhadap ekonomi kita,” tuturnya dalam Seminar Bisnis Indonesia-BNI Economic Outlook 2011, hari ini.
Pemburukan ekonomi di negara-negara maju, lanjut Hatta, membuat aliran modal masyuk ke negara berkembang, seperti Indonesia, meningkat. Hal tersebut perlu diantisipasi, baik oleh otoritas fiskal maupun moneter, agar tidak menimbulkan dampak negative jika suatu saat terjadi pembalikan arus modal.
“Saya background-nya seorang insinyur. Insinyur itu tidak pernah menghalangi suatu arus yang masuk, tetapi dia membuat suatu rekayasa engineering agar arus itu mengalir lebih jauh. Tapi jangan sampai ada sawah yang kebanjiran, harus dibuat irigasi-irigasi, tersier, sekunder, sampai mengalir jauh. Itulah yang harus dipikirkan,” ujar dia berlogika.
Demikian pula respon pemerintah dan Bank Indonesia seharusnya. Hatta menilai perlu dicari instrumen-instrumen fiskal dan moneter yang bisa membuat dana asing mengalir jauh hingga masuk ke sektor riil. “Jadi tidak perlu kita takuti. Kita memerlukan capital inflow dan foreign direct investment.”
Sama halnya ketika rupiah terlalu kuat. Menurut Hatta, jangan sampai ada industriawan yang memilih beralih menjadi pedagang karena biaya impor yang justru jauh lebih murah ketimbang ekspor.
“Tapi kita bersyukur kinerja impor terus meningkat dan 2010 ini tidak ada satu sektor pun yang tidak tumbuh dengan positif. Saya yakin ekspansi ekonomi negara kita akan terus berlanjut sampai 6-7 tahun ke depan.” (faa)
Hatta Rajasa, Menteri Koordinator bidang perekonomian, menuturkan dalam forum internasional, seperti G20 dan APEC, isu mengenai bahaya dampak lanjutan dari aliran modal masuk (capital inflow) mengemuka. Meski kelihatannya sudah pulih, perekonomian dunia masih rentan menyusul pengelolaan fiskal yang buruk dari sejumlah negara maju, terutama di kawasan Eropa.
“Walaupun pengaruhnya tidak besar ke Indonesia, tapi kalau terjadi pelemahan pada sisi permintaan mereka, tetap akan memberi pengaruh terhadap ekonomi kita,” tuturnya dalam Seminar Bisnis Indonesia-BNI Economic Outlook 2011, hari ini.
Pemburukan ekonomi di negara-negara maju, lanjut Hatta, membuat aliran modal masyuk ke negara berkembang, seperti Indonesia, meningkat. Hal tersebut perlu diantisipasi, baik oleh otoritas fiskal maupun moneter, agar tidak menimbulkan dampak negative jika suatu saat terjadi pembalikan arus modal.
“Saya background-nya seorang insinyur. Insinyur itu tidak pernah menghalangi suatu arus yang masuk, tetapi dia membuat suatu rekayasa engineering agar arus itu mengalir lebih jauh. Tapi jangan sampai ada sawah yang kebanjiran, harus dibuat irigasi-irigasi, tersier, sekunder, sampai mengalir jauh. Itulah yang harus dipikirkan,” ujar dia berlogika.
Demikian pula respon pemerintah dan Bank Indonesia seharusnya. Hatta menilai perlu dicari instrumen-instrumen fiskal dan moneter yang bisa membuat dana asing mengalir jauh hingga masuk ke sektor riil. “Jadi tidak perlu kita takuti. Kita memerlukan capital inflow dan foreign direct investment.”
Sama halnya ketika rupiah terlalu kuat. Menurut Hatta, jangan sampai ada industriawan yang memilih beralih menjadi pedagang karena biaya impor yang justru jauh lebih murah ketimbang ekspor.
“Tapi kita bersyukur kinerja impor terus meningkat dan 2010 ini tidak ada satu sektor pun yang tidak tumbuh dengan positif. Saya yakin ekspansi ekonomi negara kita akan terus berlanjut sampai 6-7 tahun ke depan.” (faa)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar