Senin, 15 November 2010

Forum G-20 dan APEC

Oleh: Prof. Firmanzah Ph.D
Dekan Fakultas Ekonomi UI
Pertemuan G-20 dan APEC mempunyai peran yang signifikan dalam perekonomian dunia. G-20 yang beranggotakan 20 negara di dunia memberikan kontribusi untuk 80% perdagangan dunia, sedangkan anggota APEC meliputi 21 negara dengan total pertumbuhan GDP meliputi 62% pertumbuhan dunia selama periode 1994-2008. Jika G-20 lahir ketika ada masalah krisis keuangan pada 1998, APEC sudah lahir sejak 1989 untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan kerjasama regional antarnegara di Asia Pasifik.

Saat ini G-20 mempunyai peran penting terutama karena semakin tingginya kekhawatiran akan krisis keuangan Eropa yang dapat berdampak global. Ditambah lagi dengan potensi dana stimulus Amerika yang akan mempengaruhi fluktuasi nilai tukar mata uang, mendorong banyak saham di negara berkembang bubble dan menjadi penyebab krisis tahun 2008 terulang kembali.
Seiring dengan makin berkembangnya kerjasama regional, APEC dengan kegiatan ekspor dan impor yang mengalami peningkatan signifikan dalam periode 1994-2007 sebesar 211%, dan pertumbuhan FDI ke kawasan APEC yang juga tumbuh rata-rata 13% per tahun diharapkan akan menjadi motor pembangunan perekonomian dunia.
Pertemuan G-20 dan APEC yang diadakan berdekatan waktu ini mempunyai kontribusi masing-masing yang saling mendukung, jika pada pertemuan G-20 kali ini perhatian para anggota sudah masuk kepada diskusi mengenai pembangunan yang berkelanjutan sehingga proses pemulihan ekonomi global juga terus berlanjut, di sisi lain APEC juga membutuhkan investasi agar dapat terus meningkatkan pertumbuhan ekonomi regionalnya.
Sebagai penutup, besar harapan kita semua pertemuan G-20 dan APEC ini dapat saling sinergi, sehingga fundamental keuangan dunia dapat terus dibenahi, aliran dana investasi dapat masuk ke negara APEC dan mendorong pembangunan yang berkelanjutan bagi dunia.
Bagi Indonesia yang menjadi anggota G20 dan APEC, pertemuan ini  mudah-mudahan dapat meningkatkan dua  hal yaitu masuknya aliran investasi untuk mendorong pembangunan infrastruktur, dan kerjasama perdagangan yang akan meningkatkan daya saing Indonesia, sehingga Indonesia dapat terus merealisasikan pembangunan perekonomian yang berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar