Selasa, 16 November 2010

The Fed picu penurunan Dow Jones

Oleh: Bloomberg
NEW YORK: Saham AS terpangkas sebanyak 88 poin yang tercermin dari turunnya Indeks Dow Jones Industrial Average karena semakin banyaknya kritikan terhadap rencana the Fed untuk menstimulus pertumbuhan. Selain itu, bursa dipengaruhi oleh kekhawatiran atas kemungkinan pembengkakan defisit The Fed yang mengakibatkan semakin melonjaknya biaya peminjaman sehingga menyeret naik imbal hasil Departemen Keuangan.

PulteGroup Inc., Amazon.com Inc. dan Titanium Metals Corp. merosot sedikitnya 2,9% yang turut menyumbang kontribusi negatif terhadap penurunan di Indeks Standard & Poor’s 500, dan semakin melengkapi penurunan mingguan terbesar selama tiga bulan tertanggal 12 November.

Hari ini Indeks S&P 500 telah menguat 0,7% yang dipicu oleh melonjaknya Bucyrus International Inc. dan Isilon Systems Inc. yaitu lebih dari 28% setelah menerima pengambilalihan sejumlah penawaran sekaligus karena turut naiknya Ford Motor Co. sebanyak 4,3% menuju level tertinggi yang hampir berlangsung selama tujuh tahun sebelum General Motors Co melakukan aksi listing.

Indeks S&P 500 melemah 0,1% menjadi 1.197,75 pada pukul 4 p.m. di New York. Sementara itu, Indeks juga turut tergelincir 0,1% menjadi 11.201,97. Imbal hasil atas obligasi pemerintah berenor 30 tahun ini naik 4,41%, yang merupakan level tertinggi antar hari sejak Mei.

“Para investor kini sangat berhati-hati,” jelas Michael Nasto, seorang senior trader di U.S. Global Investors Inc., yang mengelola dana senilai US$2,5 miliar di San Antonio. “Masih banyak kritikan atas aksi The Fed tersebut. Semakin tingginya kekhawatiran atas utang AS dan situasi defisit ini. Dan ini sangatlah jelas berdampak negatif terhadap pasar saham kita.”

Saham dan obligasi pemerintah AS sama-sama tergelincir karena sebuah kelompok termasuk para mantan penjabat pemerintahan Republik, ekonom, dan manajer hedge-fund Cliff Asness mendesak Ketua the Fed Ben S. Bernanke untuk menghentikan kelanjutan aksi stimulus moneter tersebut, yang akan berdampak pada melonjaknya inflasi.

Sementara itu, Indeks S&P 500 ini sempat menurun sebesar 2,2% pekan lalu di tengah kekhawatiran bahwa krisis utang Eropa sedang memburuk dan spekualsi China akan mendorong suku bunga untuk membendung inflasi, namun perkiraan Cisco Systems Inc. meleset dari estimasi para analis. (t01/ln)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar