Selasa, 16 November 2010

Defisit Prancis Lebih Buruk dari Perkiraan

Keuangan Negara
PARIS –Prancis masih mengalami defisit pada September lalu di tengah pelambatan pertumbuhan ekonomi di kawasan itu pascakrisis finansial global. Namun, pada bulan sama, zona euro berhasil membukukan surplus perdagangan yang melampaiu proyeksi analis. Data Bank of France, bank sentral Prancis, Senin (15/11) menunjukkan defi sit di salah satu raksasa ekonomi Eropa itu naik 4,4 miliar euro atau setara 6,0 miliar dollar AS.

Dalam 12 bulan hingga akhir September lalu, neraca perekonomian Prancis menunjukkan defisit sebesar 39 miliar euro. Angka tersebut lebih buruk ketimbang proyeksi yang telah direvisi pada Agustus lalu sebesar 4,3 miliar euro. Semula, bank sentral Prancis memproyeksikan defi sit neraca anggaran pemerintah sebesar 4,0 miliar euro.

Defisit tersebut telah memicu kontroversi dalam beberapa bulan terakhir. Pasalnya, beberapa raksasa ekonomi di zona euro, seperti Jerman, justru menunjukkan pertumbuhan kuat dan kenaikan surplus pembayaran. Sejumlah analis menyatakan Prancis telah mengalami defisit struktural. Sementara itu, Yunani sepertinya belum juga terbebas dari jeratan beban utang negara.

Kementerian keuangan Yunani, kemarin, memperkirakan defisit negara pada 2010 akan mencapai 9,4 persen pada tahun ini. Angka tersebut lebih besar dari ketetapan Uni Eropa (UE) dan Dana Moneter Internasional (IMF) sebesar 8,1 persen, sebagai syarat menerima bantuan bailout dari dua institusi itu. Auditor dari IMF dan UE, kemarin, mulai mengaudit anggaran belanja Yunani.

Hasil audit tersebut akan menjadi penentu apakah Yunani layak menerima pengucuran dana talangan tahap ketiga senilai 9 miliar euro atau 12,4 miliar dollar AS.

Surplus Perdagangan

Zona pengguna mata uang euro berhasil membukukan surplus perdagangan lebih besar dari ekspektasi pasar pada September lalu. Data Biro Statistik Uni Eropa, Eurostat, Senin (15/11) menunjukkan zona 16 negara pengguna euro mengalami surplus perdagangan sebesar 2,9 miliar euro pada September lalu, naik dibandingkan hasil pada bulan sama tahun lalu sebesar 1,4 miliar euro.

Angka tersebut juga lebih baik dibandingkan pencapaian pada Agustus lalu yang defisit sebesar 5 miliar euro. Menurut Eurostat, ekspor zona euro berdasarkan basis year-on-year tumbuh 22 persen, sedangkan impornya naik 21 persen. Dibandingkan dengan perolehan pada bulan Agustus, ekspor zona euro naik 0,6 persen, sementara impornya turun 2,5 persen.

“Rata-rata ekspor secara keseluruhan di zona euro tumbuh moderat dalam beberapa mulan terakhir. Sementara itu, impor di zona euro pada September turunn sehingga menujukkan penurunan terhadap permintaan domestik di zona euro,” papar Howard Archer, ekonom dari IHS Global Insight.

BusinessEurope, kelompok industri yang merepresentasikan 20 juta perusahaan di Eropa, menyatakan ekspor pada September lalu menggerakkan sepertiga dari total pertumbuhan pada 2010 yang diperkirakan sebesar 1,6 persen.
mad/AFP/Rtr/E-3

Tidak ada komentar:

Posting Komentar