Senin, 29 November 2010

Dari mana dana bangun kawasan terpadu JSS ?

Oleh: Vega Aulia Pradipta
JAKARTA: Pemerintah masih belum bisa memastikan berapa kebutuhan dana pembangunan kawasan terpadu Jembatan Selat Sunda (JSS). Yang jelas, anggaran APBN tidak akan mampu membiayai megaproyek itu.

Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan dana yang dibutuhkan cukup besar dan sepenuhnya berasal dari swasta dan mitra-mitra lain, termasuk kerjasama Provinsi Lampung dan Banten.

“Jadi dia merupakan kawasan terpadu, tidak hanya jembatannya saja tapi meliputi daerah-daerah tertentu yang meliputi kawasan. Dananya belum exact, sekitar Rp100 triliun. Kalau dengan kereta api sekitar Rp140 triliun, itu masih ancer-ancer. Yang jelas APBN kita ngga mampu,” katanya ketika ditemui usai rapat koordinasi Jembatan Selat Sunda, hari ini.

Hatta mengatakan sesuai dengan Keppres No.36 tahun 2009 tentang Tim Nasional Persiapan Pembangunan Jembatan Selat Sunda, progress dari tim keseluruhan kini telah merampungkan hal-hal yang terkait dengan penyusunan organisasi, personalia dan pembentukan 3 pokja (kelompok kerja) kawasan terpadu JSS.

“Ketiga pokja itu yakni pokja bidang teknis dan lingkungan, pokja bidang pengembangan wilayah dan keamanan serta pokja bidang pendanaan dan kelembagaan,” katanya.

Sementara itu, Keppres Badan Pelaksana Pembangunan Kawasan Jembatan Selat Sunda diharapkan dapat terbit pada Desember 2010. Setelah Keppres terbit, badan itu kemudian dapat menunjuk badan usaha yang terdiri dari swasta, BUMN dan BUMD untuk bersama-sama membangun jembatan.

”Badan pelaksana itu akan menampung kebijakan-kebijakan publik dan peraturan. Badan usahanya bisa swasta bersama-sama BUMN dan BUMD untuk sama-sama melaksanakan projek-projek itu. Kita tetap mengacu pada proposal pertama untuk memperhatikan apa yang menjadi usulan seluruh gubernur se-Sumatera dan se-Jawa,” katanya.

Meski demikian, porsi dari keterlibatan swasta, BUMN dan BUMD itu belum ditentukan. Namun Hatta berharap megaproyek jembatan selat sunda yang diklaim mampu menahan gempa hingga 9 Skala Richter ini melibatkan murni orang Indonesia.

“(Saya berharap) Ini betul-betul pure otak Indonesia, tenaga Indonesia, semua Indonesia. Kita akan jadikan sebagai icon kebangkitan kita sebagai bangsa yang mampu membangun jembatan terpanjang di dunia, insyaallah,” katanya. (faa)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar