JAKARTA: PT Bank Danamon Indonesia Tbk menaikkan target pertumbuhan kredit pada tahun ini menjadi 27% dari rencana semula 20%. Kenaikan proyeksi itu sejalan dengan lonjakan permintaan kredit mass market dalam sembilan bulan pertama tahun ini yang melebihi rata-rata.
Direktur Keuangan Bank Danamon Vera Eve Liem mengatakan sektor mass market mengalami kenaikan di atas rata-rata jika dibandingkan dengan sektor lain, sehingga kontribusinya terhadap portofolio kredit lebih dari 50%.
“Target kami sampai akhir tahun bisa mencapai 27%, karena demand [permintaan] dari mass market cukup besar. sampai September saja pertumbuhan mass market di atas 30%,” ujarnya dalam temu wartawan, sore ini.
Hingga September 2010 kredit mass-market Bank Danamon mencatatkan pertumbuhan sebesar 36% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. kontribusi sektor itu terhadap portofilio kredit mencapai 57%.
Portofolio kredit Bank Danamon pada September mencapai Rp77,37 triliun, naik 25% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya Rp62,15 triliun.
Kredit mass market itu terdiri dari pembiayaan mikro melalui Danamon Simpan Pinjam (DSP) dan pembiayaan kendaraan bermotor melalui anak perusahaan, Adira Finance. DSP tumbuh sebesar 24% menjadi Rp14,6 triliun, sedangkan Adira naik 55% menjadi Rp27,84 triliun.
Adapun kredit usaha kecil menengah (UKM) dan komersial memberikan kontribusi 24% dari total kredit, sedangkan kredit ritel dan wholesale masing-masing 6% dan 13%.
Vera menambahkan pertumbuhan kredit akan semakin meningkat sejalan dengan rencana perseroan mendapat dana jangka panjang dari penerbitan obligasi senior sebesar Rp2 triliun pada November ini.
“Dana mahal akan meningkatkan kontribusi terhadap struktur pembiayaan sebesar 15% dari saat ini 10%, sisanya diambilkan dari dana pihak ketiga. Lumayan untuk mengantisipasi miss macht,” paparnya.
Bank Danamon pada kuartal III/2010 membukukan laba bersih sebesar Rp2,2 triliun, naik 61% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu Rp1,36 triliun.(htr)
Direktur Keuangan Bank Danamon Vera Eve Liem mengatakan sektor mass market mengalami kenaikan di atas rata-rata jika dibandingkan dengan sektor lain, sehingga kontribusinya terhadap portofolio kredit lebih dari 50%.
“Target kami sampai akhir tahun bisa mencapai 27%, karena demand [permintaan] dari mass market cukup besar. sampai September saja pertumbuhan mass market di atas 30%,” ujarnya dalam temu wartawan, sore ini.
Hingga September 2010 kredit mass-market Bank Danamon mencatatkan pertumbuhan sebesar 36% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. kontribusi sektor itu terhadap portofilio kredit mencapai 57%.
Portofolio kredit Bank Danamon pada September mencapai Rp77,37 triliun, naik 25% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya Rp62,15 triliun.
Kredit mass market itu terdiri dari pembiayaan mikro melalui Danamon Simpan Pinjam (DSP) dan pembiayaan kendaraan bermotor melalui anak perusahaan, Adira Finance. DSP tumbuh sebesar 24% menjadi Rp14,6 triliun, sedangkan Adira naik 55% menjadi Rp27,84 triliun.
Adapun kredit usaha kecil menengah (UKM) dan komersial memberikan kontribusi 24% dari total kredit, sedangkan kredit ritel dan wholesale masing-masing 6% dan 13%.
Vera menambahkan pertumbuhan kredit akan semakin meningkat sejalan dengan rencana perseroan mendapat dana jangka panjang dari penerbitan obligasi senior sebesar Rp2 triliun pada November ini.
“Dana mahal akan meningkatkan kontribusi terhadap struktur pembiayaan sebesar 15% dari saat ini 10%, sisanya diambilkan dari dana pihak ketiga. Lumayan untuk mengantisipasi miss macht,” paparnya.
Bank Danamon pada kuartal III/2010 membukukan laba bersih sebesar Rp2,2 triliun, naik 61% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu Rp1,36 triliun.(htr)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar