Triwulan III-2010 , Usaha Sektor Komoditas Juga Membukukan Pertumbuhan Kinerja
Kementerian BUMN melaporkan laba bersih 25 BUMN terbesar mencapai 64,199 triliun rupiah hingga triwulan III-2010. Pencapaian laba bersih ke-25 BUMN tersebut telah mencapai 80 persen dari total laba bersih perseroan sepanjang tahun buku 2009 yang tercatat sebesar 79,885 triliun rupiah.
“Sebagian besar BUMN terbesar telah mencapai lebih dari 75 persen dari laba sebelum pajak yang diaudit tahun 2009, ini mengindikasikan adanya pertumbuhan usaha yang signifikan,” kata Menteri Negara BUMN, Mustafa Abubakar, saat memaparkan kinerja 25 BUMN terbesar periode Januari-September 2010 di Jakarta, pekan lalu.
Bahkan, sebanyak sembilan dari 25 BUMN terbesar tersebut telah mencapai lebih dari 100 persen dari pencapaian laba bersihnya di 2009. Kesembilan BUMN tersebut terutama berasal dari sektor perbankan dan komoditas. Pertumbuhan kinerja juga terlihat dari realisasi pendapatan usaha ke-25 BUMN tersebut hingga September 2010 yang telah mencapai 725,03 triliun rupiah.
Jumlah tersebut telah mencapai 82,31 persen dari total pendapatan usaha sepanjang tahun 2009 sebesar 880,82 triliun rupiah.
Perbankan
Di sektor perbankan, BUMN yang mencatat pertumbuhan kinerja terbesar tersebut terdiri dari PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI), PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN), dan PT Taspen. Ketiga bank tersebut telah mempu membukukan laba bersih di sembilan bulan 2010 melampaui total laba bersih sepanjang tahun 2009. BNI mampu mencatat laba bersih sebesar 2,9 triliun rupiah hingga triwulan III-2010, atau 119 persen dari laba bersih sepanjang tahun 2009.
Selanjutnya, laba bersih BTN sebesar 597,4 miliar rupiah atau 121,7 persen dari perolehan sepanjang 2009. Sedangkan laba bersih Taspen sebesar 545,4 miliar rupiah, atau 162 persen dari pencapaian 2009. Deputi Menteri BUMN Bidang Jasa, Parikesit Suprapto, mengakui pertumbuhan kinerja perbankan tersebut terutama didorong oleh membaiknya kondisi makroekonomi secara keseluruhan.
“Dengan tingkat bunga yang relatif rendah, maka perbankan lebih leluasa menyalurkan kreditnya,” ujarnya. Terbukti hingga Agustus 2010, total penyaluran kredit perbankan nasional telah mencapai 1.640,43 triliun rupiah, atau tumbuh 14,9 persen dibandingkan Agustus 2009. Dari jumlah tersebut, sekitar 37 persen atau 601,86 triliun rupiah merupakan porsi dari empat bank BUMN.
Akibatnya, bank BUMN mampu mencatat pertumbuhan laba setelah pajak hingga 37,15 persen dalam periode Januari – September 2010 dibandingkan periode yang sama 2009, dari 12,1 triliun rupiah menjadi 16,5 triliun rupiah.
Komoditas
Selain dari sektor perbankan, kinerja sejumlah BUMN di sektor komoditas juga berhasil membukukan pertumbuhan kinerja yang signifikan. Hal ini terutama didorong oleh naiknya harga rata- rata komoditas dunia seperti CPO, nikel, emas, dan baja. Dari sektor perkebunan, kenaikan harga CPO berhasil mendongkrak perolehan laba di dua BUMN.
PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III telah mampu mencatat laba bersih 706,0 miliar rupiah hingga triwulan III-2010, atau mencapai 133 persen dari total laba bersih sepanjang 2010 sebesar 527,5 miliar rupiah. Sedangkan PTPN IV yang juga lebih banyak berkonsentrasi di perkebunan kelapa sawit berhasil membukukan laba bersih hingga 519,2 miliar rupiah hingga triwulan III-2010 atau telah mencapai 124 persen dari total perolehan laba bersih sepanjang 2009 sebesar 417,8 miliar rupiah.
Sementara kenaikan harga nikel dan emas terbukti mampu melambungkan kinerja PT Aneka Tambang Tbk yang berhasil membukukan laba bersih sebesar 950,5 miliar rupiah di September 2010, atau mencapai 157 persen dari perolehan laba sepanjang 2009 sebesar 604,3 miliar rupiah. Selanjutnya, kinerja PT Krakatau Steel yang akan segera dilepas ke publik juga menunjukkan kinerja yang sangat baik.
Selain akibat stabilnya harga baja dunia di 2010, perusahaan baja ini juga diuntungkan dari penurunan harga bahan baku berupa bijih besi. Sepanjang sembilan bulan pertama 2010, Krakatau Steel bahkan berhasil membukukan laba bersih 1,057 triliun rupiah, atau telah mencapai 213 persen dari total laba bersih sepanjang 2010 sebesar 494 miliar rupiah.
Di luar sektor perbankan dan komoditas tersebut, dua BUMN lainnya yang berhasil mencatat pertumbuhan kinerja signifikan adalah PT Angkasa Pura II dan Perum Bulog yang masing-masing mampu mencatat laba bersih sebesar 1,158 triliun rupiah dan 704,9 miliar rupiah.
Sebelumnya, Kepala Riset Recapital Securities Pardomuan Sihombing telah memperkirakan bahwa sektor komoditas dan perbankan merupakan sektor yang bakal tumbuh pesat. “Kenaikan kinerja di sektor perbankan dan komoditas ini akan terjadi di semua perusahaan, baik swasta maupun BUMN,” katanya.
nse/E-8
Tidak ada komentar:
Posting Komentar