Minggu, 28 November 2010

BPS: Pembatasan BBM subsidi dorong inflasi hingga 8%

JAKARTA. Pembatasan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) subsidi mengancam laju inflasi tahun depan. Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan kebijakan yang berlaku mulai tahun depan itu akan memecut inflasi hingga 8%.

Kepala BPS Rusman Heriawan mengatakan, pembatasan BBM subsidi memberikan pengaruh yang besar pada kenaikan harga barang. Berdasarkan perhitungan BPS, bobot pengaruh penggunaan angkutan terhadap inflasi sebesar 4,3%.
Angkutan yang dimaksud adalah angkutan darat dalam kota, lintas antar kota, angkutan udara. Sedangkan, bobot angkutan kota saja hanya sebesar 2,9%. Namun, Rusman mengatakan, pengaruh angkutan itu tidak akan berhasil bila tidak terkena pembatasan konsumsi BBM subsidi.

Sedangkan, bobot pengaruh angkutan pribadi terhadap inflasi sebesar 3%. Rusman menghitung, seandainya hanya 1,5% yang menggunakan BBM subsidi dan sisanya 1,5% menggunakan BBM non subsidi dengan disparitas harga sekitar Rp 2.000 maka pengaruh terhadap inflasi sebesar 0,6%. "Tapi kami belum tahu berapa besar rumah tangga yang menggunakan BBM subsidi atau tidak," ujar Rusman kepada KONTAN, Minggu (28/11).

Asal tahu saja, pemerintah akan memberlakukan pembatasan konsumsi BBM subsidi mulai tahun depan. Bagaimana teknis pelaksanaannya, pemerintah masih harus berkonsultasi terlebih dahulu dengan DPR.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar