JAKARTA: PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) berencana mengakuisisi bank untuk menggejot ekspansi kredit perseroan di sektor mikro pada masa mendatang.
Direktur Business Banking BNI Krisna Suparto mengatakan untuk kedepan perseroan ingin mengembangkan kredit usaha mikro. Oleh kerenanya, perseroan berencana mengakuisisi bank yang fokus pada pembiayaan di sektor mikro.
"Kami berencana mengakuisisi bank, tentunya kami akan melihat manfaatnya untuk ke sektor mikro. Rencana tersebut sesuai dengan apa yang diinginkan perseroan kedepan untuk mengembangkan kredit pada sektor micro banking," ujarnya saat ditemui seusai RUPSLB, hari ini.
Sayangnya, Krisna masih enggan menjelaskan secara detail rencana tersebut. Dia mengatakan rencana tersebut akan dilakukan seiring dengan target pertumbuhan kredit perseroan yang dipatok pada level 16%-17%.
Sementara itu, jelasnya, untuk kredit korporasi perseroan tetap akan fokus menggarap sektor agrobisnis, oil dan gas. Hingga September, outstanding kredit korporasi perseroan mencapai Rp43 triliun.
Pada 2011, perseroan akan menggejot komposisi kredit pada business banking mencapai 80% dan sisanya untuk kredit konsumer sebesar 20%.
Di tempat yang sama, Direktur Utama Bank BNI, Gatot Suwondo mengatakan saat ini rasio kecukupan modal perseroan (CAR/capital adequacy ratio) pada level 12,4%. Tahun depan, katanya, CAR akan tumbuh mencapai 20% menyusul rencana rights issue yang akan dilakukan dalam waktu dekat.
Perolehan dana tersebut, jelas Gatot akan mendorong perumbuhan rasio simpanan terhadap kredit (LDR/loan deposite ratio) pada level ideal 75%-85%. Saat ini LDR perseroan masih tercatat sebesar 68%.
"Untuk ekspansi kredit kedepan kami tetap akan menjaga kualitas aset dari pada hanya untuk memenuhi kebijakan. Jadi kami pilih bayar penalti saja dari, tapi untuk idealnya LDR perseroan kami patok pada level 75%-85%," ujarnya.(faa)
Direktur Business Banking BNI Krisna Suparto mengatakan untuk kedepan perseroan ingin mengembangkan kredit usaha mikro. Oleh kerenanya, perseroan berencana mengakuisisi bank yang fokus pada pembiayaan di sektor mikro.
"Kami berencana mengakuisisi bank, tentunya kami akan melihat manfaatnya untuk ke sektor mikro. Rencana tersebut sesuai dengan apa yang diinginkan perseroan kedepan untuk mengembangkan kredit pada sektor micro banking," ujarnya saat ditemui seusai RUPSLB, hari ini.
Sayangnya, Krisna masih enggan menjelaskan secara detail rencana tersebut. Dia mengatakan rencana tersebut akan dilakukan seiring dengan target pertumbuhan kredit perseroan yang dipatok pada level 16%-17%.
Sementara itu, jelasnya, untuk kredit korporasi perseroan tetap akan fokus menggarap sektor agrobisnis, oil dan gas. Hingga September, outstanding kredit korporasi perseroan mencapai Rp43 triliun.
Pada 2011, perseroan akan menggejot komposisi kredit pada business banking mencapai 80% dan sisanya untuk kredit konsumer sebesar 20%.
Di tempat yang sama, Direktur Utama Bank BNI, Gatot Suwondo mengatakan saat ini rasio kecukupan modal perseroan (CAR/capital adequacy ratio) pada level 12,4%. Tahun depan, katanya, CAR akan tumbuh mencapai 20% menyusul rencana rights issue yang akan dilakukan dalam waktu dekat.
Perolehan dana tersebut, jelas Gatot akan mendorong perumbuhan rasio simpanan terhadap kredit (LDR/loan deposite ratio) pada level ideal 75%-85%. Saat ini LDR perseroan masih tercatat sebesar 68%.
"Untuk ekspansi kredit kedepan kami tetap akan menjaga kualitas aset dari pada hanya untuk memenuhi kebijakan. Jadi kami pilih bayar penalti saja dari, tapi untuk idealnya LDR perseroan kami patok pada level 75%-85%," ujarnya.(faa)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar