Sabtu, 13 November 2010

BII ekspansi jaringan syariah

Oleh: M. Yunan Hilmi
JAKARTA: PT Bank Internasional Indonesia Tbk (BII) memperluas jaringan BII Syariah dengan membuka office channeling secara serempak di lima kantor cabang induk (KCI) dan tiga kantor cabang pembantu (KCP) BII di Jakarta dan sekitarnya.

Kantor baru itu meliputi KCI Fatmawati, KCI MT. Haryono, KCI Juanda, KCI Kelapa Gading, KCI Tangerang dan KCP Pajajaran Bogor, KCP Cikarang serta KCP Palmerah.  Sebelumnya, BII Syariah memiliki Kantor Cabang Syariah (KCS) Jakarta, KCS Semarang, KCS Bandung, KCS Surabaya, KCS Banda Aceh dan 44 office channeling di DKI Jakarta, Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Menurut siaran pers, office channeling BII Syariah merupakan sinergi antara BII Syariah dengan kantor cabang konvensional BII dalam upaya memberikan layanan yang terintegrasi kepada nasabah melalui 305 kantor cabang BII yang tersebar di seluruh Indonesia dan telah terintegrasi secara elektronik dengan BII Syariah.

"Penambahan office channeling membuktikan komitmen kami untuk mengembangkan perbankan syariah secara strategis, bersinergi dengan jaringan cabang dan elektronik bank konvensional kami," kata Direktur BII Ghazali M. Rasad seusai meresmikan pembukaan office channeling, hari ini.

Office Channeling BII Syariah menyediakan produk penghimpunan dana syariah termasuk Tabungan Musafir, Tabungan Investasi, Giro Syariah dan Deposito Syariah dengan akad wadi'ah dan mudharabah.

Adapun, jasa perbankan yang disediakan di antaranya transfer dana (kliring, RTGS dan Western Union), dan giralisasi. Untuk pembiayaan syariah antara lain pembiayaan rumah dan modal kerja Syariah dengan akad pembiayaan murabahah, musyarakah, salam, isthisna', dan mudharabah.

"Pengembangan office channeling telah sejalan dengan concern kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan kepada nasabah yang menghendaki tersedianya layanan Syariah yang prima dengan didukung oleh teknologi perbankan yang memadai," katanya.

BII Syariah memiliki aset sebesar Rp1 triliun, dana pihak ketiga sebesar Rp552,3 miliar dan pembiayaan sebesar Rp482 miliar (per 30 September 2010).(yn)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar