Senin, 29 November 2010

BI sesalkan rendahnya belanja pemerintah

Oleh: Achmad Aris & Neneng Herbawati
JAKARTA: Bank Indonesia menyesalkan masih rendahnya tren penyerapan belanja pemerintah hingga kuartal III/2010

Deputi Gubernur Bank Indonesia Hartadi A. Sarwono mengatakan satu sumber pertumbuhan ekonomi yang belum kembali sesuai jalan atau on track adalah government spending.


"Government spending naik tinggi pada waktu ada stimulus fiskal tapi pada 2010 tidak terlalu banyak pertumbuhannya tapi hanya mendekati 3% pada kuartal III/2010," katanya dalam acara Economic Outlook 2011 bertajuk Memanfaatkan Momentum Investasi dan Ekspansi di Jakarta hari ini.
Sedikitnya sekitar 375 orang menghadiri seminar Economic Outlook 2011 bertemakan Momentum Investasi dan Ekspansi yang digelar Bisnis Indonesia dan Bank BNI.

Hadir sebagai pembicara Deputi Gubernur Hartadi A. Sarwono, Direktur Bursa Efek Indonesia Eddy Sugito, Chairperson CT Corp Chaerul Tanjung, pengamat ekonomi Chatib Basri dan pengamat politik Eep Saefulloh Fatah.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa dijadwalkan memberikan sambutan penutup.

Sejumlah CEO dari perusahaan papan atas yang merupakan customer premium BNI hadir memenuhi ruangan Mutiara di JW Marriot, Jakarta.

Seminar Economic Outlook ini merupakan kegiatan rutin di akhir tahun dalam rangkaian program acara ulang tahun Bisnis Indonesia pada 14 Desember.

Hartadi  menjelaskan rendahnya penyerapan belanja pemerintah tersebut, lanjutnya, membuat kontribusi government spending terhadap pertumbuhan ekonomi menjadi rendah. "Sumber pertumbuhan ekonomi kita saat ini ditopang oleh investasi yang meningkat, konsumsi, dan ekspor-impor," ujarnya.

Menurutnya, memprediksi tren penyerapan anggaran belanja pemerintah lebih mudah dilakukan dibandingkan memprediksi hal-hal lain. "Karenanya angkanya sudah pasti di APBN sehingga kita ramalkan kuartal III dan IV yang seharusnya ekspansi tinggi ternyata belum. Sampai minggu lalu APBN masih surplus, defisit juga tidak sampai 2,1%," terangnya.

Lebih lanjut, Hartadi berharap penyerapan belanja pemerintah akan meningkat signifikan pada kuartal IV/2010 terutama dari pembayaran proyek-proyek besar, sehingga bisa menjadi sumber pertumbuhan ekonomi tahun ini. "Kalau kuartal IV/2010 bisa 6%, maka kita optimis pertumbuhan ekonomi 2010 akan mencapai 6%. Jadi kuncinya pertumbuhan ekonomi di kuartal IV ini," jelasnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar