Kamis, 25 November 2010

BI: Kredit Perbankan Naik Rp4,83 Triliun

Bank Indonesia (BI) mencatat pada pekan keempat November kredit perbankan naik Rp4,83 triliun hingga menjadi Rp1.669,11 triliun yang didorong kenaikan kredit valuta asing dan rupiah.
 
"Kredit rupiah naik Rp1,85 triliun, kredit valas meningkat Rp2,98 triliun. Kredit sepekan terakhir dibiayai dari peningkatan Dana Pihak Ketiga Rp9,28 triliun," kata Kepala Biro Hubungan Masyarakat BI Difi A Johansyah kemarin (23/11) di Jakarta.

 
Menurut Difi, secara year on year atau setahunan, kredit tumbuh Rp298,81 triliun atau 21,81 persen. Untuk year to date alias dari awal tahun hingga pekan keempat November, kredit tumbuh Rp238,90 triliun atau 16,70 persen. Kenaikan kredit rupiah terjadi pada kelompok bank swasta sebesar Rp1,08 triliun, Bank Pembangunan Daerah (BPD) Rp0,74 triliun, dan persero sebesar Rp0,52 triliun.
 
"Sedangkan kelompok bank campuran dan bank asing turun masing-masing sebesar Rp0,30 triliun dan Rp0,19 triliun," ucapnya.
 
Dana Pihak Ketiga (DPK) yang merupakan sumber utama dana perbankan, mengalami peningkatan yang cukup besar pada pekan laporan yaitu Rp9,28 triliun atau hampir dua kali lebih besar dari peningkatan kredit.
 
Peningkatan DPK tersebut disumbangkan oleh DPK rupiah yang naik Rp9,62 triliun, sedangkan DPK valas turun tipis Rp0,34 triliun. Dengan perkembangan tersebut, selama tahun 2010 (year to date) DPK telah tumbuh 9,97 persen atau sebesar Rp196,45 triliun dan secara tahunan (year on year) tumbuh 17,33 persen atau sebesar Rp320,09 trilun.
 
Jika dilihat per komponen, seluruh komponen DPK yaitu giro, tabungan dan deposito mengalami peningkatan, terbesar pada deposito yaitu Rp4,94 triliun. Dengan perkembangan tersebut di atas, LDR perbankan turun tipis dari 77,14 persen menjadi 77,03 persen.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar