Selasa, 16 November 2010

BI akan hadir di pasar untuk jaga rupiah

Oleh: Hendri T. Asworo
JAKARTA: Bank Indonesia siap melakukan intervensi pasar jika terjadi gejolak nilai tukar rupiah yang tak sesuai dengan fundamental perekonomian. Pelonggaran kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat bisa memicu aliran dana asing ke negara berkembang termasuk Tanah Air.

Deputi Gubernur Bank Indonesia Hartadi A. Sarwono mengatakan masuknya dana asing dan melemahnya dolar AS akan memperkuat nilai tukar rupiah, sehingga menurunkan daya saing ekspor.

“Di sinilah peran BI, kami tetap mengikuti free floating exchange rate system yaitu nilai tukar ditentukan oleh fundamental dan hanya akan masuk pasar [intervensi] untuk meredam gejolak nilai tukar yg berlebihan,” katanya dalam pesan tertulisnya, hari ini.

Menurut dia, intervensi di pasar juga bermanfaat guna memupuk cadangan devisa yang digunakan untuk berjaga-jaga jika terjadi fluktuasi atau 'kejutan' dari pelarian modal (capital reversals).

“Intervensi juga kami lakukan dengan sterilisasi, artinya BI membeli dolar AS dengan rupiah di pasar, tetapi pada saat yang sama kami beli rupiah di pasar melalui operasi pasar terbuka yang sekarang telah mengandalkan term deposit untuk menyerap kelebihan rupiah di pasar,” paparnya.

The Federal Reserve mulai menggulirkan kebijakan pelonggaran moneter dengan membeli surat berharga di pasar sekunder. Pada tahap awal bank sentral AS itu mengucurkan dana sebesar US$75 miliar dari rencana total US$600 miliar. (luz)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar