JAKARTA. PT Bank Pan Indonesia (Panin) Tbk mematok pertumbuhan bisnis 2011 cukup konservatif. Wakil Direktur Utama Bank Panin Roosniati Salihin mengatakan, pertumbuhan bisnis Bank Panin tahun depan kurang lebih sama dengan target tahun ini.
"Diharapkan kredit (tahun depan) tumbuh 22-25%," katanya kepada KONTAN, akhir pekan lalu. Kredit tahun ini, lanjut Roosniati, bisa mencapai 25%. "Sedangkan tahun depan diperkirakan sama pertumbuhannya meskipun tentu jumlahnya lebih besar," imbuhnya.
Sebagai gambaran, kredit Bank Panin akhir 30 September 2010 mencapai Rp 50,99 triliun. Nilai ini tumbuh 31,11% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp 38,89 triliun.
Sedangkan posisi kredit Bank Panin akhir Desember 2009 mencapai Rp 39,97 triliun. Dengan asumsi target pertumbuhan 25%, berarti kredit Bank Panin akhir 2010 kira-kira mencapai Rp 49,87 triliun. Artinya, kredit akhir kuartal tiga yang mencapai Rp 50,99 triliun sudah melebihi target kredit tahun ini.
Padahal, target kredit tahun 2011 sebesar 22%-25%. Dibandingkan penyaluran akhir 2010 maka kredit Bank Panin diperkirakan melebihi Rp 62,34 triliun.
Roosniati bilang, strategi bisnis tahun depan secara detail masih dalam proses. "Yang jelas, untuk mencapai target 2011, Bank Panin masih mengembangkan segmen ritel yang cukup potensial dengan perluasan distribusi kantor dan basis nasabah untuk produk jasa konvensional maupun syariah," tutur Roosniati.
Sementara itu, Roosniati menambahkan, dana pihak ketiga (DPK) masih likuid pada 2011. "DPK naik 20% dan harus memperhatikan ketentuan LDR (Loan to Deposit Ratio)," tegasnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar