JAKARTA: PT Bank DKI mendapatkan komitmen pinjaman lunak (soft loan) sebesar USD250 juta-USD300 juta dari 5 kantor cabang bank asing (KCBA) di Indonesia.
Mulyatno Wibowo, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Bank DKI, mengatakan setiap KCBA menawarkan fasilitas pinjaman dengan plafon rata-rata USD50 juta. Namun begitu, ujarnya, perseroan masih dalam posisi standby dan belum tentu menggunakan pinjaman tersebut.
“Kami sudah dapat komitmen pinjaman dari 5 bank asing dengan jumlah yang besar dan bunga relatif murah. Komitmen pinjaman itu sudah ditawarkan, tetapi belum tentu akan kami digunakan,” katanya, hari ini.
Dia menambahkan Bank Pembangunan Daerah (BPD) harus dapat keluar dari kotak dan berpikir modern dengan membuka diri terhadap potensi kerjasama dengan pihak luar dan tidak bergantung lagi pada pemerintah daerah.
“Hal itu dapat mendorong pertumbuhan kinerja bisnis BPD secara signifikan. BPD perlu berpikir lebih besar dengan mengincar potensi-potensi pembiayaan yang berkontribusi tinggi terhadap bisnis bank,” ujarnya.
Dia mencontohkan Bank DKI mencatatkan pertumbuhan laba yang signifikan sejak mulai menjalankan strategi tersebut.
Perseroan mencatatkan pertumbuhan laba sebelum pajak sebesar 120% secara tahunan dari Rp140 miliar per Oktober 2009 menjadi Rp329 miliar per Oktober 2010. Peningkatan laba terutama terjadi dalam tiga bulan terakhir (Agustus, September, dan Oktober 2010). (02)
Mulyatno Wibowo, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Bank DKI, mengatakan setiap KCBA menawarkan fasilitas pinjaman dengan plafon rata-rata USD50 juta. Namun begitu, ujarnya, perseroan masih dalam posisi standby dan belum tentu menggunakan pinjaman tersebut.
“Kami sudah dapat komitmen pinjaman dari 5 bank asing dengan jumlah yang besar dan bunga relatif murah. Komitmen pinjaman itu sudah ditawarkan, tetapi belum tentu akan kami digunakan,” katanya, hari ini.
Dia menambahkan Bank Pembangunan Daerah (BPD) harus dapat keluar dari kotak dan berpikir modern dengan membuka diri terhadap potensi kerjasama dengan pihak luar dan tidak bergantung lagi pada pemerintah daerah.
“Hal itu dapat mendorong pertumbuhan kinerja bisnis BPD secara signifikan. BPD perlu berpikir lebih besar dengan mengincar potensi-potensi pembiayaan yang berkontribusi tinggi terhadap bisnis bank,” ujarnya.
Dia mencontohkan Bank DKI mencatatkan pertumbuhan laba yang signifikan sejak mulai menjalankan strategi tersebut.
Perseroan mencatatkan pertumbuhan laba sebelum pajak sebesar 120% secara tahunan dari Rp140 miliar per Oktober 2009 menjadi Rp329 miliar per Oktober 2010. Peningkatan laba terutama terjadi dalam tiga bulan terakhir (Agustus, September, dan Oktober 2010). (02)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar