Senin, 15 November 2010

APEC sepakat hindari perang mata uang

Oleh: Linda T. Silitonga
YOKOHAMA: APEC bersepakat untuk menahan diri dari ajang saling berkompetisi melakukan devaluasi mata uang dan menyepakati untuk menggerakkan sistem pertukaran yang ditentukan pasar bunga.

Kesepakatan itu tertuang dalam salah satu butir dokumen yang dihasilkan Asia Pacific Economic Cooperation (APEC) 2010 yang dihadiri oleh 21 pimpinan negara di kawasan Asia Pasifik yang diselenggarakan di Yokohama pada 13-14 November 2010.

"Kami akan menahan diri dari kompetitif devaluasi mata uang," seperti tertuang dalam dokumen kesepakatan hasil KTT APEC 2010, hari ini.

Adapun 21 pimpinan negara yang hadir dalam KTT APEC adalah Indonesia, Amerika Serikat (AS), China, Hong Kong, Jepang, Korea, Australia, Singapura, Selandia Baru, Malaysia, Thailand, Brunei, Taiwan, Rusia, Peru, Kanada, Cile, Meksiko, Filipina, Vietnam, Papua Nugini.

APEC juga menyatakan akan mendorong peningkatan fleksibilitas nilai tukar untuk mencerminkan fundamental ekonomi yang menjadi dasar untuk mampu menahan diri dari ajang kompetisi melakukan devaluasi mata uang.

APEC juga akan mewaspadai volatilitas kelebihan dan gerakan teratur dalam nilai tukar. Tindakan tersebut dimaksudkan membantu mengurangi risiko volatilitas yang berlebihan dalam arus modal menghadapi beberapa ekonomi pasar yang berkembang.(yn)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar