JAKARTA: Bank Indonesia melaporkan aliran modal asing keluar dari pasar keuangan domestik mencapai Rp1,12 triliun pada 15-19 November.
Kepala Biro Humas Bank Indonesia (BI) Difi A Djohansyah mengatakan dalam sepekan terakhir kepemilikan Surat Utang Negara (SUN) asing turun sebesar Rp2,1 triliun sehingga pangsa SUN asing melemah dari 30,75% menjadi 30,46%.
“Aliran keluar dana asing kembali berlanjut. Meskipun pada akhir pekan investor kembali masuk ke pasar SUN, belum mampu mengimbangi angka outflow SUN pada hari-hari sebelumnya,” katanya dalam surat elektronik yang diterima Bisnis, sore ini.
Sementara itu, lanjutnya, kepemilikan Sertifikat Bank Indonesia (SBI) asing justru naik Rp0,94 triliun sehingga meningkatkan pangsa SBI asing dari 29,57% menjadi 30,2%.
“Pada pasar saham domestik, sentimen positif pasar keuangan dalam negeri berhasil mengimbangi sentimen negatif yang bersumber dari pelemahan sebagian besar bursa Eropa dan Asia,” paparnya.
Kondisi tersebut, ujar Difi, berpengaruh kepada peningkatan nilai beli bersih saham asing selama sepekan sebesar Rp31,2 miliar atau 27,62% dari total transaksi saham. (luz)
Kepala Biro Humas Bank Indonesia (BI) Difi A Djohansyah mengatakan dalam sepekan terakhir kepemilikan Surat Utang Negara (SUN) asing turun sebesar Rp2,1 triliun sehingga pangsa SUN asing melemah dari 30,75% menjadi 30,46%.
“Aliran keluar dana asing kembali berlanjut. Meskipun pada akhir pekan investor kembali masuk ke pasar SUN, belum mampu mengimbangi angka outflow SUN pada hari-hari sebelumnya,” katanya dalam surat elektronik yang diterima Bisnis, sore ini.
Sementara itu, lanjutnya, kepemilikan Sertifikat Bank Indonesia (SBI) asing justru naik Rp0,94 triliun sehingga meningkatkan pangsa SBI asing dari 29,57% menjadi 30,2%.
“Pada pasar saham domestik, sentimen positif pasar keuangan dalam negeri berhasil mengimbangi sentimen negatif yang bersumber dari pelemahan sebagian besar bursa Eropa dan Asia,” paparnya.
Kondisi tersebut, ujar Difi, berpengaruh kepada peningkatan nilai beli bersih saham asing selama sepekan sebesar Rp31,2 miliar atau 27,62% dari total transaksi saham. (luz)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar